Subscribe:

Pages

Tampilkan postingan dengan label Alat Pancing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alat Pancing. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Februari 2012

Jenis Perangkap Ikan

1. Pukat Udang


Pukat udang atau biasa juga disebut pukat harimau adalah jaring yang berbentuk kantong yang ditarik oleh satu atau dua kapal, bisa melalui samping atau belakang. Alat ini merupakan alat yang efektif namun tidak selektif sehingga dapat merusak semua yang dilewatinya.


Oleh karena itu kecenderungan alat tangkap ini dapat menjurus ke alat tangkap yang destruktif. Aturan-aturan yang diberlakukan pada pengoperasian alat ini relatif sudah memadai, namun pada prakteknya sering kali dijumpai penyimpangan-penyimpangan yang pada akhirnya dapat merugikan semua pihak.
Tujuan utama pukat udang adalah untuk menangkap udang dan juga ikan perairan dasar (demersal fish).

2. Pukat Kantong


Pukat kantong adalah jenis jaring penangkap ikan berbentuk kerucut yang terdiri dari kantong (bag), badan (body), dua lembar sayap (wing) yang dipasang pada kedua sisi mulut jaring, dan tali penarik (warp).
Alat ini tergolong tradisional, tidak merusak lingkungan, dan ukurannya relatif kecil. Pukat kantong terdiri atas payang, dogol, dan pukat pantai.

3. Pukat Cincin (purse seine)


Pukat cincin adalah jaring yang berbentuk empat persegi panjang, dilengkapi tali kerut yang bercincin yang diikatkan pada bagian bawah jaring sehingga membentuk kerut dan seperti mangkuk.
Alat penangkap ini ditujukan untuk menangkap gerombolan ikan permukaan (pelagic fish). Alat tangkap ini tergolong efektif terhadap target spesies dan kecenderungan tidak destruktif.

4. Jaring Insang


Jaring insang adalah jaring berbentuk empat persegi panjang, mata jaring berukuran sama dilengkapi dengan pelampung pada bagian atas dan pemberat pada bagian bawah jaring.
Dioperasikan dengan tujuan menghadang gerombolan ikan oleh nelayan secara pasif dengan ukuran mesh size. Alat penangkap ini terdiri dari tingting (piece) dengan ukuran mata jaring, panjang, dan lebar yang bervariasi.

Dalam operasi biasanya terdiri dari beberapa tinting jaring yang digabung menjadi satu unit jaring yang panjang, dioperasikan dengan dihanyutkan, dipasang secara menetap pada suatu perairan dengan cara dilingkarkan atau menyapu dasar perairan.

Contohnya jaring insang hanyut (drift gillnet), jaring insang tetap (set gillnet), jaring insang lingkar (encircling gillnet), jaring insang klitik (shrimp gillnet), dan trammel net.

5. Jaring Angkat


Jaring angkat adalah suatu alat pengkapan yang cara pengoperasiannya dilakukan dengan menurunkan dan mengangkatnya secara vertikal.

Alat ini terbuat dari nilon yang menyerupai kelambu, ukuran mata jaringnya relatif kecil yaitu 0,5 cm. Bentuk alat ini menyerupai kotak, dalam pengoperasiannya dapat menggunakan lampu atau umpan sebagai daya tarik ikan.

Jaring ini dioperasikan dari perahu, rakit, bangunan tetap atau dengan tangan manusia. Alat tangkap ini memiliki ukuran mesh size yang sangat kecil dan efektif untuk menangkap jenis ikan pelagis kecil.
Kecenderungan jaring angkat bersifat destruktif dan tidak selektif. Contoh jaring angkat adalah bagan perahu atau rakit (boat / raft lift net), bagan tancap (bamboo platform lift net), dan serok (scoop net).

6. Mata Pancing


Pancing adalah salah satu alat penangkap yang terdiri dari dua komponen utama, yaitu : tali (line) dan mata pancing (hook). Jumlah mata pancing berbeda-beda, yaitu mata pancing tunggal, ganda, bahkan sampai ribuan.

Prinsip alat tangkap ini merangsang ikan dengan umpan alam atau buatan yang dikaitkan pada mata pancingnya.

Alat ini pada dasarnya terdiri dari dua komponen utama yaitu tali dan mata pancing. Namun, sesuai dengan jenisnya dapat dilengkapi pula komponen lain seperti : tangkai (pole), pemberat (sinker), pelampung (float), dan kili-kili (swivel).

Cara pengoperasiannya bisa di pasang menetap pada suatu perairan, ditarik dari belakang perahu/kapal yang sedang dalam keadaan berjalan, dihanyutkan, maupun langsung diulur dengan tangan.
Alat ini cenderung tidak destruktif dan sangat selektif. Pancing dibedakan atas rawai tuna, rawai hanyut, rawai tetap, pancing tonda, dan lain-lain.

7. Bubu


Bubu adalah salah satu alat penangkap yang bersifat statis, umumnya berbentuk kurungan, berupa jebakan dimana ikan akan mudah masuk tanpa adanya paksaan dan sulit keluar karena dihalangi dengan berbagai cara.

Bahan yang digunakan untuk membuat perangkap : bambu, rotan, kawat, jaring, tanah liat, plastik, dan sebagainya. Pengoperasiannya di dasar perairan, di permukaan perairan, di sungai daerah arus kuat, dan di daerah pasang surut.

Alat ini cenderung selektif, karena ikan terperangkap di dalamnya. Meskipun cenderung tidak destruktif, namun untuk jermal (stow net) maka pengaturan mesh size jaringannya dan juga lokasi pemasangannya harus sesuai.

Contoh perangkap adalah sero (guiding barrier), jermal (stow net), bubu (portable trap) dan perangkap lain.

8. Pengumpul kerang dan rumput laut


Jenis Rake (alat penangkap pengumpul kerang/rumput laut)
Alat pengumpul kerang dan rumput laut pada umumnya di desain dengan pengoperasian yang sederhana dan pengusahaannya dilakukan dengan skala yang kecil. Alat ini selektif dan tidak destruktif, karena ditujukan untuk menangkap target seperti kerang-kerangan.

Contoh pengumpul kerang adalah garuk (rake), cengkeraman, dan ladung kima. Sedangkan, contoh pengumpul rumput laut berupa alat sederhana berbentuk galah yang ujungnya bercabang. Akan tetapi, alat ini merusak habitat lingkungan perairan kalau tidak dilakukan sesuai prosedur.

9. Pukat Ikan Karang (muro-ami)


Pukat ikan karang (muro-ami) adalah suatu alat penangkapan yang dibuat dari jaring, yang terdiri dari sayap dan kantong yang dalam pengoperasiannya dilakukan penggiringan ikan-ikan yang akan ditangkap agar masuk ke bagian kantong yang telah dipasang terlebih dahulu.

Alat ini cenderung tidak destruktif dan tidak merusak ekosistem, karena metode pengoperasiannya yang tidak sampai merusak karang.

Penggunaan alat ini dilakukan oleh beberapa nelayan dengan berenang, mengejutkan ikan-ikan karang sambil membawa alat penggiring. Dinamakan pukat ikan karang karena tujuan utamanya adalah menangkap jenis-jenis ikan karang.

10. Tombak


Terdiri dari batang (kayu, bambu) dengan ujungnya berkait balik (mata tombak) dan tali penarik yang diikatkan pada mata tombak. Tali penariknya dipegang oleh nelayan kemudian setelah tombak mengenai sasaran tali tersebut ditarik untuk mengambil hasil tangkapan.

Senapan adalah alat penangkap yang terdiri dari anak panah dan tangkai senapan. Penangkapan dengan senapan umumnya dilakukan dengan cara melakukan penyelaman pada perairan karang. Untuk penangkapan dengan panah biasa, umumnya dilakukan dekat pantai atau perairan dangkal.

Harpun Tangan adalah alat penangkap yang terdiri dari tombak dan tali panjang yang diikatkan pada mata tombak. Harpun tangan ini ditujukan untuk menangkap paus, dimana tombak langsung dilemparkan dengan tangan kearah sasaran (paus) dari atas perahu.

Kecenderungan alat tangkap yang relatif sederhana ini tidak destruktif dan sangat selektif, karena ditujukan untuk menangkap suatu spesies. Tetapi alat ini dapat merusak habitat bila disalahgunakan.

Selasa, 07 Februari 2012

Joran Antena


Zona Ikan Kita - Joran antenna adalah jenis joran yang memiliki bentuk seperti antenna televisi jaman dahulu yaitu bisa dipendekkan panjangnya. Dengan adanya joran antenna maka peralatan memancing bisa dibuat menjadi lebih ringkas saat membawanya. Joran ini dapat dibawa kemana – mana dengan mudah karena dapat dimasukkan ke dalam tas pancing atau digabungkan dengan peralatan out door yang lain.


Joran antenna pada pemancingan laut
Joran antenna terdapat dalam bentuk joran khusus air tawar maupun air laut. Joran antenna untuk air laut sedikit lebih mahal karena biasanya terbuat dari bahan yang lebih kuat seperti dari karbon maupun dari titanium. Penggunaan bahan yang kuat dan lentur tersebut dimaksudkan untuk menahan beban pancingan terutama pada saat memancing ikan di laut yang memang besar – besar. Joran untuk pemancingan laut biasanya sudah dilengkapi dengan pegangan dan spool sebagai penahan senar. Untuk dapat digunakan sebagai peralatan memancing, joran antenna laut sebaiknya juga menggunakan penggulung yang kuat untuk memudahkan pemancing saat menangkap ikan.


Namun penggunaan jenis antenna pada joran laut agak kurang disukai karena dengan joran ini kekuatannya sudah jauh berkurang mengingat terdapat sambungan diantara ruas – ruasnya. Dan karena biasanya joran memancing di laut tidak terlalu panjang dan lebih mengutamakan kekuatan pada batangnya dan umumnya pendek, maka para pemancing lebih menyukai bentuk yang tanpa sambungan.

Joran antenna pada pemancingan tawar
Joran antenna yang digunakan untuk pemancingan air tawar bentuknya lebih sederhana, hanya terdiri dari beberapa ruas dan tanpa spool. Panjang joran tawar biasa ditawarkan dengan panjang mulai 1,8 m – 3,6 m dapat diringkas dan di pendekkan menjadi hanya kira – kira 60 cm saja. Dengan model pendek seperti ini joran memancing dapat di bawa ke mana – mana dengan lebih mudah.

Joran antenna tawar sekarang sudah dapat dibeli dengan harga yang murah di bawah kisaran 50 ribu per stick. Dan sekarang joran ini sudah menggantikan keberadaan joran lama yang menggunakan bambu atau stick yang ukurannya panjang. Segi kepraktisan dari sebuah joran antenna menjadi pilihan utama para pemancing. Merk - merk yang bagus untuk joran air tawar yaitu Maguro, Falcon dll. Biasanya joran ini tersedia dalam dua bahan yaitu dari fiber glass dan dari karbon yang tentu saja harganya lebih mahal. Sebaiknya anda mencari yang anti petir sehingga aman dipakai di pemancingan alam bebas.

Jenis-jenis Joran


Zona Ikan Kita - Kali ini akan memberikan informasi tentang jenis-jenis joran serta kegunaanya dan senar yang cocok untuk di gunakan serta pengunaan masing-masing joran untuk memancing di lokasi tertentu.



1. Joran Antena / Telescopic


Biasanya joran ini tidak dipakai untuk perlombaan maupun galatama, karena mudah melintir bila terbebani dan kekuatannya terbagi-bagi disetiap section / bagian (beban tidak sepenuhnya bertumpu pada satu tangkai). Joran antena ini dibuat agar mudah dibawa karena dapat dilipat menjadi pendek. Umumnya joran antena ini dapat dipakai pada semua cara memancing kecuali Trolling.


a.  Standard
- Panjang joran + 1.2 m – 1.8 m, untuk dikolam / empang.
-  Panjang joran + 2.1 m – 4.5 m, untuk disungai / laut
b.  Surfcast/Nage
- Panjang joran + 3.6 m – 4.5 m
- Umumnya dipakai untuk memancing dipantai / tebing laut
- Model penuntun senar yang dapat dilipat untuk memudahkan di bawa.
c.  Iso/Penuntun Senar Kecil
- Panjang joran + 1.5 m – 4.5 m
- Penuntun senarnya semua kecil dan pada bagian ujung joran sangat lentur
- Umumnya dipakai untuk memancing ikan-ikan kecil atau udang di karang.

2. Joran Tegek


Sebaiknya pilih joran tegek yang lentur hanya pada 2 – 3 ruas dari ujungnya saja jangan keseluruhan batang jorannya lentur. Karena kalau terlalu lentur akan menyebabkan ikan mudah lolos dari sambaran pancing garong. Sebaliknya jika terlalu kaku kenur sering putus disimpulnya saat joran disentak. Sebelum membeli joran tegek pastikan untuk menguji reaksi jorannya terlebih dahulu. Tarik seluruh ruas joran hingga maksimum lalu coba sentakkan joran dengan mengayunkan pergelangan tangan. Idealnya seketika itu pula joran ikut naik, bukannya merunduk dulu baru naik. Umumnya joran tegek ini digunakan untuk mancing di rawa-rawa, laut, sungai dan kolam.


Terbagi menjadi 2 jenis :

a. Section Panjang (Pole)
Pada saat ditutup panjangnya diatas + 1 m. Ujung joran kaku, tempat mengikat senar pada umumnya terbuar dari kawat + 3 m – 10 m.
b. Section Pendek (Keiryu)
Pada saat ditutup panjangnya + 60 cm. Ujung joran lembut, tempat mengikat senar terbuat dari benang nylon. Panjang joran + 1.8 m – 7.2 m. Ada juga yang disebut short / mini keiryu dengan panjang pada saat ditutup 40 cm.

3. Joran Sambung / Piece / Section


Merupakan joran yang paling popular, digunakan disetiap perlombaan mancing baik galatama ataupun turnamen laut. Jenisnya juga bermacam-macam dari mulai sambung satu sampai sambung empat. Semakin sedikit sambungannya maka akan semakin maksimal kerja joran tersebut.


a. Sambung Satu / 1 Piece
- Terdiri dari satu bagian / tangkai (tidak dapat dilepas)
- Panjang joran umumnya tidak lebih dari 2 m, supaya lebih memudahkan untuk dibawa
b. Sambung Dua / 2 Pieces
- Dapat dilepas menjadi 2 bagian
- Panjang joran + 1.2 m – 3 m
c. Sambung Tiga / 3 Pieces
- Dapat dilepas menjadi 3 bagian
- Di Indonesia jenis ini kurang popular
d. Sambung Empat / 4 Pieces
- Dapat dilepas menjadi 4 bagian
- Jenis ini juga kurang popular di Indonesia

Jenis-Jenis Sambungan Pada Joran

Ada tiga macam sambungan pada joran sambung :

1. Kosong ( atas dan bawah kosong ), sambungan jenis ini mudah patah / rusak, tidak sekuat pada sambungan atas isi, tetapi membuat joran lebih ringan.

2. Bawah kosong atas isi / sebaliknya, biasanya sambungan bagian bawah yang patah, bagian atas dibuat isi agar dapat lebih tahan dalam menahan beban dibandingkan dengan atas kosong.

3. Solid ( ada joint shock ), model ini paling kuat karena memiliki joint shock, sehingga jarang sekali joran jenis ini patah pada sambungannya. Tujuannya adanya joint shock adalah untuk menghubungkan 2 tangkai joran isi / solid.

Pada sambungan ada 2 istilah,yaitu :
1. Put in yaitu sambungan bagian bawahnya besar
2. Put over yaitu sambungan bagian bawah kecil atas besar.

Sumber : http://www.iftfishing.com

Waders


Waders adalah sejenis boot yang panjang, yang dipakai oleh para pemancing untuk meraih tempat – tempat memancing yang strategis, yang cukup dalam sehingga mendapatkan ikan pancingan yang cukup besar. Penggunaan waders  akan membuat pemancingan lebih nyaman dalam saat berendam di dalam air, waders akan melindungi pemancing dari suhu dingin di dalam air saat ia berendam di dalam air.


Waders terbuat dari bahan karet yang dicetak dengan ketebalan tertentu, namun bentuk waders yang modern menggunakan bahan dari bahan PVC, Neoprene dan lain – lain. Waders memiliki ciri khas yaitu membentang dari telapak kaki sampai ke dada. Penggunaannya yakni sekaligus sebagai sepatu yang digunakan untuk berada dalam kedalaman air.

Meski sering orang menggunakan waders sebagai salah satu pelengkap dalam memancing, namun waders juga dipakai dalam berbagai kegiatan lain seperti berburu unggas air, untuk berkebun yang tanahnya cukup becek. Dalam industri kimia, peranan waders merupakan salah satu kelengkapan vital untuk menjaga kontaminasi yang terjadi antara kulit dan bahan – bahan kimia berbahaya. Penggunaan waders dalam pertanian yakni saat penyemprotan hama dan bahan kimia, untuk mencegah kontaminasi langsung bahan ini dengan kulit.

Waders memang banyak dipakai oleh para pemancing luar negri untuk berendam di air saat memancing. Apalagi saat memancing dengan fly fishing dimana ia harus mencari lokasi keberadaan ikan yang memang menyukai air yang ber arus, maka penggunaan waders akan sangat membantu. Penggunaan waders di Indonesia memang masih belum terlalu banyak diminati, karena mungkin belum terbiasa saja. Pada pemancingan danau yang dasar kolamnya adalah lumpur, maka menggunakan waders juga kurang nyaman, karena kemungkinan malah tenggelam di dalam lumpur. Waders hanya bagus dilakukan pada sungai yang memiliki dasar batu – batuan yang tajam, sehingga kaki kita terlindung dari tajamnya batu yang ada di dasar kali.

Merk – merk waders yang terkenal yakni Bison, Hodgman,Allen Madison, Patagonia, Proline dan lain – lain. Ciri wader yang baik adalah yang mampu menahan air dengan baik, tanpa ada kebocoran sedikitpun, sekaligus terbuat dari material bahan yang bagus sehingga memiliki kemampuan menahan kehangatan tubuh dari dingin nya air. Dengan pemakaian waders yang bisa berjam – jam menjaga suhu tubuh terutama bagian kaki adalah penting.

Sabtu, 04 Februari 2012

Depth Sounder, GPS dan Plontang


Mancing di lautan memang sangat menyenangkan, apalagi jika kita mendapatkan spot yang sangat bagus. Bukan tidak mungkin kita pasti akan kembali ke tempat itu untuk mancing lagi dikesempatan berikutnya. Tapi, apakah kita bisa mengetahui dengan pasti tempat kita mancing dulu? jawab pasti bisa.


Kemajuan teknologi yang sangat cepat memberikan dampak positif terhadap hobi mancing yang kita sama-sama senangi ini. Karena dengan diciptakannya alat bantu seperti Depth Sounder dan GPS bisa memudahkan kita untuk menemukan spot yang sangat potensial, hal itu pastinya juga sangat berguna bagi masyarakat kita yang memang sehari-harinya bekerja sebagai nelayan. Berikut ini alat bantu yang sering digunakan untuk mengetahui spot yang banyak ikannya oleh para pemancing ataupun nelayan.

1. Depth sounder

Cara kerja alat ini adalah dengan memancarkan gelombang suara yang diarahkan ke dasar laut, kemudian gelombang tersebut akan dipantulkan kembali ke atas dan diterima oleh alat tersebut. Dari situlah kita dapat mengetahui berapa meter kedalaman laut di titik itu, apakah dasarnya lunak atau keras dan sebagainya.

Mungkin ini adalah info yang menjadi dasar kebutuhan kita untuk mencari suatu spot ikan. Pada peralatan yang makin mahal, informasinya juga semakin beragam. Misalnya saja layar monitor yang sudah berwarna (bukannya abu-abu lagi), adanya keterangan suhu atau temperatur dan lainnya.

Bentuk Echo Sounder ini beragam, semakin mahal alat itu, makin banyak tombol atau alat yang bisa kita atur. Tapi kalau hanya sekedar mencari karang dan tandes, maka alat ini sudah lebih dari cukup. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah merk berbeda akan mempunyai letak tombol yang berbeda pula, jadi kita harus mempelajari cara penggunaanya dari masing-masing buku manualnya.


Ada 2 frekuensi yang biasa di gunakan oleh Depth Sounder ini. Yang satu adalah 50kHz, dan satunya lagi 200kHz. Kalau kita set sounder di 50kHz, maka akan semakin besar area yang di cakup di dasar laut, tapi detailnya kurang tampak. Jadi, untuk mencari lokasi karang atau tandes, kita gunakan yang 200kHz. Hal lain yang juga mempengaruhi ketajaman detail yang mampu kita lihat adalah besaran Wattnya. Semakin besar

Wattnya semakin jelas detail yang dihasilkan, dan semakin mahal harganya.
 Perhatikan gambar di samping ini. Ini adalah gambar struktur dasar laut yang dilewati oleh kapal yang kita naiki. Membacanya mulai dari bagian kiri monitor.


Pada awalnya, dasar laut berwarna merah, dan menjadi semakin merah padat.. turun ‘kelembah’.. naik ke gundukan kecil, dan baru berubah menjadi merah biasa lagi setelah gundukan tersebut.

Warna merah padat itulah yang kita cari!. Itulah yang di sebut dengan tandes. Perhatikan pula, di atas tandes ada beberapa gambar mirip bulan sabit, yang sebenarnya merupakan ikan yang kita cari. Makin besar gambarnya, makin besar pula ikannya. Biasanya ikan-ikan ini bersifat relatif menetap di tandes tersebut kecuali ada sesuatu yang mengganggunya atau menghalaunya untuk pindah.


Nah, dengan memperhatikan gambar di sebelah ini, jelas terlihat adanya ‘gundukan’ berwarna merah yang amat berbeda dengan dasar laut yg berwarna coklat.Perhatikan juga, betapa banyak ikan yang berkeliaran di sekitaran tandes (atau karang) ini. Inilah yang kita cari, dan merupakan spot yang amat potensial untuk memancing ikan. Hal yang mesti diingat di sini adalah gerombolan ikan selalu bergerak, alias tidak berdiam di tempat seperti ikan-ikan di tandes yang dijelaskan di atas.




2. Global Positioning System, yang biasa di singkat dengan GPS

Dengan GPS  kita bisa menandakan lokasi yang diwakili oleh sederetan angka yang dikenal dengan nama koordinat. Tidak ada tempat yang memiliki titik koordinat yang sama di permukaan bumi ini, masing-masing adalah unik, seunik cap jempol kita sendiri.
Nah, apa guna GPS itu disini?.

Sekarang bayangkan begini: hari ini anda sedang beruntung menemukan tandes atau karang. Hasil anda memancing hari ini amat memuaskan baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Sebulan kemudian, anda ingin mancing kembali di spot ini. Bagaimana cara anda menemukan kembali spot ini di lautan yang luas itu?.
 
Nah, GPS akan membuatnya menjadi lebih mudah, karena GPS bisa menandai dan menyimpan koordinat ini hanya dengan menekan beberapa tombol saja. Jadi GPS  berfungsi sebagai penanda lokasi atau spot mancing yang kita temukan. Banyak bentuk dan model di buat oleh pabrikan GPS di dunia ini, dan gambar yang terpasang di sebelah adalah tipe GPS handheld yang bisa dibawa kemana saja, karena kemampuannya mengambang di air, rasanya ini adalah GPS handheld yang paling cocok untuk orang yang banyak bermain di air, baik danau maupun laut. Jadi, spot yang anda temukan sekarang bisa dengan mudah anda temukan kembali di masa depan, dengan menandai lokasi spot itu di GPS.
 
3. Plontang
 
Apa sih yang di sebut plontang ? Pada dasarnya plontang itu adalah pelampung. Fungsinya hanya sebagai 
penanda “dimanakah lokasi persisnya spot yg kita temukan tadi?’

Plontang bisa kita buat sendiri, misalnya saja dengan jerigen air ukuran 10 liter. Plontang ini (disebut “induk” plontang) diikat dengan tali. Ujung yang satu diikatkan ke pemberat yang akan turun ke dasar laut, dan ujung satunya lagi diikat dengan “anak plontang”. Ujung yang di hubungkan dengan pemberat di buat sedemikian rupa sehingga tali bisa diatur panjang pendeknya sesuai dengan kedalaman laut di spot tersebut. Sedangkan yang di hubungkan dengan anak plontang cukup 2-3 meter saja.

Ada bagusnya induk dan anak plontang di cat dengan warna yang mencolok sehingga mudah dilihat dari jauh, Misalnya saja induk plontang dengan warna merah dan anak plontang dengan warna kuning. Kalau mau lebih bagus lagi, di masing-masing plontang diberikan bendera, sehingga amat mudah terlihat dari kejauhan.

sumber : amarylis-foundation.blogspot.com

Joran Bambu


Joran bambu adalah jenis joran yang sangat digemari oleh para mancing mania di Jogja. Hampir di setiap arena mancing kolam para mancing mania Jogja menggunakan joran jenis ini. Sekilas joran ini terlihat tidak istimewa, tapi siapa sangka harga satu joran bambu bisa mencapai jutaan rupiah.


Keunikan dari joran bambu ini terletak pada jenis bambu yang dipakai untuk tangkai joran. Bambu yang bagus adalah bambu yang ruasnya pendek-pendek dan berbentuk artistik. Biasanya bambu ini bisa ditemui di daerah pegunungan yang tandus. Kemudian bambu tersebut dirakit dengan graphite yang berkelas.
Menurut para mancing mania di Jogja, joran jenis ini mempunyai sensitifitas yang lebih baik daripada joran jenis lain. Tentunya untuk penggunakan di kolam pancingan. Joran ini tidak menggunakan ril, jadi untuk menggunakannya juga tidak mudah. Perlu latihan yang memakan waktu cukup lama.

Joran Bambu atau yang biasa di sebut joran Matarman ini biasanya menggunakan bahan bambu cendani di bagian bawahnya (Pegangannya), dan di sambung menggunakan Grafit/ Fiber. Joran ini sangat cocok digunakan di kolam-kolam kecil. Di Yogyakarta banyak kolam-kolam pemancingan yang tidak terlalu luas, sehingga joran ini sangat cocok untuk digunakan.


Sebelumnya joran bambu sudah pernah diteliti oleh orang Eropa serta Amerika . Mereka meneliti kekuatan dari bambu, mereka menemukan kekuatan bambu yang lentur tentu saja jauh lebih baik dibandingkan dengan bahan kayu yang selama ini mereka pakai, tetapi mereka juga menemukan kelemahan dari bahan bambu ini dimana karena ada lubang di dalamnya akan mengurangi kekerasan dari jorannya. Maka dibuatlah joran dengan bahan bambu yang sudah mereka ganti strukturnya.

Bahan bambu mereka belah menjadi beberapa bagian, ada yang 4 belahan (quadrate) ada yang 5 belahan (Pentagonal), 6 belahan (hexagonal), dan 8 belahan (octagonal). Belahan-belahan ini disatukan dengan lem dan dibuat runcing pada ujungnya seperti halnya joran-joran yang lain. Dan penggunaan joran bambu semakin berkembang masa itu.

Ciri bambu yang bagus :

 

1. Beruas pendek dengan susunan yang bagus
2. Agak gepeng
3. Ada stangnya (maksud dari stang adalah : bambu yang berkarakter mempunyai ruas yang pendek pendek, kemudian ada satu ruas yang panjang di bagian ujung, ada pula dua ruas pada ujung)
4. Umur bambu yang sudah tua
5. Mempunyai ciri yang mengerucut, dari besar ke kecil
6. Bambu yang sudah ditarang sampai berbulan-bulan, ditaruh di atas dapur masak yang mengunakan bahan kayu bakar. Untuk mendapatkan hasil warna yang kecoklatan, semakin lama kita menarang akan mendapatkan hasil yang lebih sempurna. Dari warna yang semakin coklat dan bambu yang lebih ulet.

Dalam Pemillihan bambu pun sangat berpengaruh terhadap kinerja joran tersebut. Semakin kecil bambu maka semakin lentur joran tersebut.

(Berbagai Sumber)

Senin, 23 Januari 2012

Ganco atau Serok

 
Ganco diperlukan untuk memudahkan mengangkat ikan besar seperti marlin, tuna, atau layaran yang dipancing dari laut lepas. Jenis ikan ini sulit dinaikan ke atas kapal dengan menggunakan tangan karena disamping berat, tenaga yang dimiliki juga kuat sehingga membahayakan pemancing.
 
Ganco berbentuk seperti alat pengait yang ujungnya dibuat tajam dan berbentuk melengkung. Tangkai ganco bisa dibuat dari kayu sepanjang maksimum 2,43 m. Demi keamanan, tangkai ganco bisa diikat dengan tali pengaman. Tali ini berfungsi sebagai pengaman. Apabila ikan tangkapan lepas bersama ganconya, tali pengaman masih berada di kapal sehingga mudah ditarik kembali. Panjang tali ini menurut aturan game fishing tidak melebihi 9,14 m.
 
Serok umumnya digunakan untuk mengangkat ikan kecil yang dipancing di perairan pantai yang dangkal. Serok dibuat dari jaring bermata kecil 2-2,5 cm dan dibentuk seperti kantong. Mulut serok diberi kerangka besi berbentuk bundar. Untuk memudahkan penggunaany, serok dilengkapi dengan tangkai kayu sepanjang 1-1,5 m.

Rumpon


Rumpon adalah suatu benda yang sengaja dipasang oleh manusia di suatu perairan atau di laut yang berfungsi untuk mengumpulkan ikan sebelum dilakukan penangkapan atau pemancingan. Pemakaian rumpon untuk usaha perikanan sudah lama dilakukan oleh nelayan kita, namun untuk kebutuhan pemancingan sebagai hobi atau sport masih jarang dilakukan. Dengan bantuan rumpon kita akan lebih pasti untuk mendapatkan lokasi pemancingan yang ada ikannya.
 
            Satu unit rumpon dapat terdiri dari pelampung, tali-temali, alat pengumpul ikan, dan jangkar atau pemberat. Bahan pelampung dapat berupa rakit bambu, pelampung plastik, atau drum. Daun kelapa atau ban-ban bekas dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk mengumpulkan ikan. Tali-temali dapat dibuat dari tali ijuk tau tali polyetilen/ plastik. Sedangkan sebagai pemberat dapat menggunakan jangkar besi, batu, atau semen beton.
            Dilihat dari posisi pemasangan alat pengumpul ikannya, rumpon dapat digolongkan menjadi tiga jenis: rumpon lapisan permukaan, rumpon lapisan tengah rumpon dasar. Ada beberapa alasan mengapa ikan tertarik pada rumpon, diantaranya rumpon dapat digunakan sebagai tempat berlindung ikan dan berkumpulnya makanan. Dengan adanya rumpon, banyak plankton yang menempel atau hidup disekitarnya sehingga dapat menarik ikan-ikan kecil. Pada akhirnya jenis ikan besar akan datang untuk memakan ikan kecil tersebut.
            Pemancingan di sekitar rumpon memang belum banyak dilakukan terutama untuk pemancingan ikan yang hidup dekat permukaan. Meskipun demikian, untuk pemancingan ikan dasar, sudah banyak yang memanfaatkan rumpon seperti yang dilakukan pemancing-pemancing di perairan Kepulauan Seribu. Pemancing disana memanfaatkan becak-becak bekas yang dibuang ke laut sebagai rumpon.
            Dengan adanya rumpon, kita tidak akan kesulitan mencari lokasi pemancingan. Disekitar rumpon kita dapat melakukan segala macam teknik pemancingan baik memancing di dasar, di lapisan tengah, maupun di permukaan.