Subscribe:

Pages

Tampilkan postingan dengan label Ikan Hias. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ikan Hias. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Februari 2012

Arowana jardinii (Scleropages jardinii)


Arowana Jardinii (Scleropages jardinii) biasa juga dikenal dengan Australian arowana, Gulf Saratoga, Pearl arowana dan beberapa sebutan nama lainnya. Jenis arowana yang satu ini merupakan ikan arowana endemik yang ditemukan di Papua bagian selatan (Indonesia), Papua Nugini dan Australia bagian utara. Ikan dari family Osteoglossidae ini merupakan satu dari dua jenis ikan yang dikenal dengan Australian arowana (spesies lainnya adalah S. leichardti). 


Jardinii ditemukan pada habitat baik perairan berarus cepat ataupun perairan tenang seperti rawa ataupun sungai dengan beberapa vegetasi permukaan. IUCN Red List menganggap ikan ini tidak berada pada status bahaya ataupun terancam. Ukuran tubuh Arowana jardinii dapat mencapai sekitar 90 cm di alam bebas dengan rekor berat 17,2 Kg, namun di dalam aquarium biasanya akan mempunyai ukuran tubuh yang lebih kecil. Ikan ini mempunyai tubuh yang panjang (memanjang) dengan warna perak keabu-abuan cenderung gelap.


 Pada tubuhnya memiliki tujuh deret sisik yang besar dengan pada tiap deret sisik mempunyai pola warna yang cenderung kemerahan atau ke-pink-an yang berbentuk seperti bulan sabit pada bagian ujung tiap sisik. Kedua sirip dada berukuran cukup lebar sehingga menyerupai sayap. Sirip ikan berwarna kehijauan dan kuning, jika diamati secara rinca maka pada sirip terdapat pola dengan warna kemeran atau orange. Dengan bertambahnya usia, tubuh ikan akan mengembangkan warna orange. Secara fisik, arowana jardinii mirip dengan spesies Asian arowana (S. formosus), perbedaanya hanya terletak pada warna yang lebih pudar dan ukuran sisik yang lebih kecil. Arowana jardinii mempunyai dua barbel (sungut) pada bibir bagian bawah, khusus untuk pejantan barbel akan memanjang sampai diatas rahang atasnya. 

TAKSONOMI

Kingdom
Animalia
Phylum
Chordata
Class
Actinopterygii
Order
Osteoglossiformes
Family
Osteoglossidae
genus
Scleropages
Species
Scleropages jardinii
Ikan yang terkadang dikenal dengan sebutan Arowana irian ini hidup pada kondisi range pH yang cukup lebar yakni 6-7,5 dan pada suhu 22-270C. Selain itu juga dianjurkan untuk merawatnya dalam air berkesadahan rendah. pH adalah faktor penting yang perlu diperhatikan, hal ini disebabkan jika pH melebihi 7,5 akan menyebabkan masalah buat mata ikan. Arowana jardinii merupakan ikan yang sangat sensitif terhadap kondisi air, terutama kandungan ammonia dan nitrat harus dijaga tetap nol. Sistem filtrasi harus efektif untuk menjaga air tetap bersih dan sekitar 15-25% air diganti tiap minggunya. Alasan lain untuk menjaga kondisi air prefect ialah karena ikan ini rawan terkena masalah pembusukan pada sirip. Ukuran tangki minimum yang dianjurkan untuk perawatan ialah 180cm x 60cm x 60cm dengan kapasitas air 680 liter. Ikan ini membutuhkan space renang yang cukup luas sehingga dekorasi tangki bukanlah suatu hal yang penting. Bagian atas tangki perlu untuk diberi penutup mengingat reputasi ikan yang dianggap sebagai pelompat handal.
Arowana jardinii mempunyai temperamen yang lebih buruk dibanding arowana silver dan sangat gampang terkejut (stress). Ikan ini juga lebih agresif sehingga sangat tidak dianjurkan untuk pemula. Beberapa sumber menyebutkan ikan ini bersifat teritorial sehingga tidak dianjurkan untuk menggabungkannya dengan jenis arowana lain dalam satu tangki. Namun bukan berarti tidak ada tankmate yang cocok, ikan-ikan seperti pleco, oscar, catfish, silver dollar, red belly pacu, knifefish, datnoid, cichlid merupakan contoh ikan yang dapat dijadikan tankmate. Hal yang penting untuk memilih tankmate adalah selisih ukuran tubuh ikan yang harus berimbang. Ikan yang jauh lebih agresif dan bersifat sangat teritorial tidak dianjurkan untuk tankmate ikan ini seperti arowana jenis lain dan jenis managuense. Jumlah ikan dalam satu ikan juga mempengaruhi kenyamanan ikan karena kekurangan area gerak, jika tangki cukup besar maka jumlah ikan 6-10 ekor dianggap cukup untuk tidak menimbulkan perkelahian. Namun untuk lebih menjaga kenyamanan ikan, lebih baik kalau ikan dirawat dalam individu.

Arowana jardinii merupakan ikan karnivora yang membutuhkan varietas makanan dengan nutrisi yang cukup. Jenis makanan sangat perlu diperhatikan, makanan yang terlalu banyak mengandung lemak akan menimbulkan resiko terjangkitnya penyakit pada ikan. Ikan hidup yang dijadikan makanan juga beresiko mengandung parasit. Oleh karena itu, faktor makanan merupakan hal penting yang harus diperhatikan dalam pemeliharaan. Alternatif yang lebih baik ialah memberi makanan yang bervariasi mulai dari cacing tanah, pakan beku atau kering seperti cacing darah, remis dan pellet ikan. Saat ukuran ikan dibawah 12 inchi, pemberian makanan dapat dilakukan beberapa kali perhari sedangkan saat ukuran ikan diatas 12 inchi, pemberian makanan hanyalah sekali perhari. Sisa makanan yang tidak dimakan haruslah segera disingkirkan untuk menjaga kualitas air.  

Pembedaan jenis kelamin diketahui melalui bentuk tubuh dan lebar mulut. Arwana jantan mempunyai tubuh lebih langsing dan sempit, mulut lebih besar dan warna lebih mencolok daripada betina. Mulut yang melebar dengan rongga besar digunakan untuk tujuan inkubasi telur. Perbedaan lain adalah ukuran kepala jantan relatif lebih besar, sifat lebih agresif termasuk dalam perebutan makanan. Sedikit peternak ikan telah berhasil membudidayakannya. Teknik pemijahan (breeding) sangat sulit bila dilakukan dalam aquarium, dan kemungkinan berhasil bila dilakukan di kolam. Sama seperti spesies dari Asia, Arowana jardinii adalah spesies mouthbrooder namun perbedaannya induk betina tidak akan menjaga anakan ikan selama proses mengerami. Anakan ikan hanya sekali berada di mulut induk betina, mereka akan meninggalkannya untuk mencari makan. Jika bahaya mendekat, induk betina akan memberi signal untuk mereka kembali. Anakan ikan secara perlahan akan menjauh dari sang induk sampai mereka cukup besar intuk menjaga dirinya sendiri. 

  sumber :zonaikankita.blogspot.com

Sabtu, 18 Februari 2012

Red-tailed Red Eye Puffer (Carinotetraodon irrubesco)


Merupakan salah satu jenis ikan buntal yang hidup di air tawar. Buntal ini adalah ikan asli Indonesia. Daerah persebarannya tidak luas, hanya dapat ditemukan di sungai Sambas, Kalimantan Barat dan Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.


Habitat yang sering didiami oleh buntal ini adalah tepian sungai yang terdapat banyak vegetasi terendam. Ukuran buntal ini bisa dibilang mungil, maksimalnya hanya dapat mencapai 4,5 cm saja. Buntal mungil ini memiliki bentuk bulat lonjong dengan mata yang berwarna merah serta ekor yang berwarna kemerahan. Tubuhnya berwarna belang hijau muda dan coklat kehijauan dengan sedikit nuansa warna kemerahan. Terkadang corak tubuhnya tersebut tidak beraturan sehingga warna belang hijau-coklatnya tidak tampak. Bagian perutnya memiliki warna putih, membuat warna pada tubuhnya tampak menjadi kontras.

Buntal ini paling baik bila dipelihara dalam akuarium yang terdapat banyak tanaman air atau aquascape. Sebagai tempat perlindungan, tambahkan akar atau cabang bogwood selain untuk tambahan dekorasi. Penggunaan tanaman air yang mengapung untuk menghalangi cahaya yang masuk secara berlebihan juga sangat disarankan. Buntal mungil ini paling baik dipelihara dalam kondisi pencahayaan yang remang-remang atau redup. Usahakan kondisi sirkulasi air dalam akuarium dijaga tetap pada kondisi minimum.

Pergantian air secara rutin merupakan sebuah keharusan, karena buntal ini sensitif terhadap perubahan kualitas air. Karena ukurannya yang kecil, buntal ini dapat dipelihara dalam akuarium yang berukuran kecil, misalkan 45 x 30 x 30 cm atau berkapasitas 40 liter. Kondisi air yang dibutuhkan untuk pemeliharaan ; pH 6-7 temperatur air 24-28°C. Buntal ini dapat menerima segala jenis pakan hidup seperti kerang, siput, bloodworm atau juga dapat diberi pakan beku. Siput merupakan menu wajib yang harus diberikan secara teratur untuk mengikis pertumbuhan giginya yang tajam. Seperti halnya jenis buntal yang lain, giginya ini menjadi masalah karena bila giginya ini tidak dikikis akan terus tumbuh ke bawah hingga gigi tersebut kepanjangan. Bila anda memiliki aquascape, ikan ini dapat digunakan memangsa siput-siput yang merusak tanaman air.


 Sayangnya, penulis belum memiliki informasi lebih lanjut mengenai penjual buntal mata merah ini. Atau, sebagai pengganti dapat menggunakan Dwarf puffer (Carinotetraodon travancoricus) yang sesekali dijual di pasar ikan hias. Namun, bila dibandingkan dengan buntal ini, karakter Dwarf puffer lebih agresif. Buntal mata merah ini cocok untuk dipelihara dalam akuarium komunitas, namun berhati-hatilah memilih tankmates untuk buntal ini. Karakter dasar buntal ini adalah teritorial dan cenderung suka menggigiti sirip ikan yang bergerak lambat dan bersirip panjang. Tankmates yang cocok untuk buntal ini adalah ikan yang dapat bergerak cepat, sama-sama berukuran kecil, dan tidak bersirip panjang, misalnya rasbora, danio, rainbowfish, atau corydoras. Asalkan dipelihara bersama tankamates yang tepat, buntal ini dapat hidup berdampingan dengan damai bersama jenis ikan lainnya. Buntal ini dikenal sangat teritorial terhadap jenisnya sendiri, bila ingin memeliharanya berpasangan hal itu dapat diatasi dengan cara memberi tempat persembunyian yang cukup.

Minggu, 12 Februari 2012

Forktail Rainbowfish (Pseudomugil furcatus)


Rainbowfish ini merupakan spesies endemik negara Papua Nugini. Banyak mendiami habitat perairan yang penuh dengan vegetasi serta sungai-sungai hutan hujan yang mengalir deras. Disebut juga forktail blue-eye atau yellow forktail. Ikan ini terkadang masih dijual dengan nama Popondetta furcatus.


Nama tersebut sebenarnya tidak sah karena genus Popondetta telah digunakan untuk menamai sebuah genus kumbang. Genus ini kemudian diubah menjadi Popondichthys sebelum berganti kembali menjadi Pseudomugil. Ukuran ikan ini termasuk kecil, panjang maksimalnya hanya dapat mencapai 5 cm saja. Memiliki warna dasar biru muda dengan sirip berwarna kuning pada tepiannya. Selain itu, yang menjadi ciri utamanya adalah memiliki sepasang sirip anal yang memanjang keatas.


Rainbowfish adalah ikan yang pendamai. Sangat cocok untuk dipelihara dalam akuarium komunitas. Tankmates yang cocok untuk rainbowfish ini adalah ikan akuarium komunitas yang kecil seperti halnya tetra, rasbora, danio, dan lain-lain. Memeliharanya secara berkelompok juga merupakan pilihan yang baik. Setidaknya terdapat enam ekor ikan dalam satu kelompok. Manfaat yang didapat dari memeliharanya secara berkelompok salah satunya untuk mengurangi tingkat keagresifan ikan jantan.

Terkadang ikan jantan bersikap agresif terhadap ikan betina bila memeliharanya secara berpasangan. Rainbowfish ini adalah ikan omnivora. Pakan jenis apa saja yang diberikan akan dimakan oleh ikan ini, namun ikan ini lebih menyukai pakan hidup atau pakan beku yang kecil. Usahakan untuk mengganti air secara rutin. Secara garis besar, ikan ini termasuk ikan yang relatif mudah dipelihara. Forktail rainbowfish berasal dari ekosistem yang penuh dengan vegetasi. Disarankan untuk menanam banyak tanaman air pada akuarium  agar rainbowfish ini betah dalam akuarium serta memberi tanaman air yang mengapung karena ikan ini sering berada di dekat permukaan air. Kondisi air yang dibutuhkan ; pH 7-8 temperatur air 24-28°C. Akuarium yang digunakan tidak perlu yang berukuran besar, setidaknya berukuran minimal 45 x 30 x 30 cm. Ikan jantan memiliki sirip anal dan sirip punggung yang lebih panjang daripada ikan betina. Rainbowfish ini mudah untuk dipijahkan. Pemijahan harus dilakukan secara berkelompok. Sediakan kira-kira 10 ekor rainbowfish dengan perbandingan 2 ekor jantan dan 8 ekor betina. Akuarium yang digunakan dapat berukuran kecil.


Media yang digunakan sebagai tempat pemijahan dapat berupa gumpalan tanaman air atau pel pemijahan, namun pel pemijahan lebih mudah digunakan. Rainbowfish ini akan bertelur setiap hari meskipun tidak terlalu produktif. Setiap 24 jam, tiap betina kira-kira akan menelurkan 5-10 butir telur. Telur-telur tersebut akan menempel pada media pemijahan. Lepaskan telur-telur tersebut dari media pemijahan dalam waktu 24-48 jam dan pindahkan dalam wadah kecil dengan air dari akuarium pemijahan. Telur-telur tersebut akan menetas dalam waktu 7-15 hari. Buanglah telur-telur yang telah berjamur. Setelah menetas beri pakan para burayak dengan infusoria pada minggu pertama. Bila sudah cukup besar beri makan dengan naupili. Burayak-burayak tersebut sesudah menetas dapat ditempatkan dalam akuarium untuk ikan dewasa.

Jumat, 10 Februari 2012

Ikan mandarin (Synchiropus splendidus)


Ikan mandarin (Synchiropus splendidus) adalah ikan kecil berwarna cerah yang termasuk dalam familia dragonet, yang terkenal dalam bisnis akuarium air laut. Ikan mandarin berasal dari Samudera Pasifik, berkisar dari Kepulauan Ryukyu hingga Australia.



Karakteristik

Ikan mandarin memiliki tubuh yang panjang dan 2 sirip punggung. Ikan mandarin memiliki garis-garis warna hijau, jingga, dan kuning, dengan warna biru menyelimuti sekujur tubuhnya. Ikan mandarin biasa makan krustasea kecil dan hewan invertebrata lainnya.
Hidupnya seperti main ‘petak-umpet’ di antara susunan terumbu karang yang penuh celah, sibuk mencari makan sambil menghindari ikan besar pemangsanya. Ikan yang menjadi ikon pariwisata internasional ini berpanjang tubuh berkisar antara 8 hingga 15 centimeter dan biasanya keluar dari karang untuk mencari makan hanya pagi dan malam hari.

Corak dan warnanya begitu unik dan menawan hati, mirip pola batik dengan warna primer, sedangkan beberapa jenis lain berwarna hijau muda dengan motif polkadot. Ada pula yang kombinasi coklat putih sehingga tersamar jika ‘berjalan’ di antara karang-karang . Laut Bali mempunyai spesies ikan ini dengan harmoni warna yang paling bagus sedunia, selain bermotif batik cerah, di leher hingga bagian bawah tubuhnya gradasi biru terang sampai hijau muda. Sekeliling siripnya juga berhias warna biru langit yang tidak dimiliki pada ikan Mandarin di perairan lain.

Pemeliharaan


Pemeliharaan ikan ini bisa dibilang sulit dipelihara di akuarium. Karena ikan ini sukar beradaptasi dengan lingkungan baru, sensitif dengan perubahan air dan susah memberi makannya karena Ia tidak menyukai pakan buatan seperti pelet ikan, cacing kering maupun udang kecil olahan pabrik.

Walau demikian, ada beberapa cara yang dapat diterapkan untuk keberhasilan pemeliharaan ikan mandarin ini, diantaranya yaitu, membuat kondisi akuarium yang mirip dengan habitatnya yaitu menyediakan karang hidup (living rock) yang banyak sebagai media tempat ikan ini mencari makan. Selain itu jangan mencampur ikan mandarin dengan ikan yang agresif dalam satu aquarium, itu akan membuat ikan stress, semakin tenang kondisi ikan ini maka akan semakin lama pula ikan Mandarin ini dapat dipelihara.

(Berbagai Sumber)

Neolamprologus leleupi (dwarf cichlid )


Neolamprologus leleupi atau lebih akrab disebut leleupi merupakan ikan cichlid kerdil (dwarf cichlid ) yang berasal dari danau Tangayika, Afrika. Ikan leleupi mempunyai warna kuning di sekujur tubuhnya, sehingga ikan ini populer dengan sebutan lemon cichlid . Leuleupi dapat tumbuh sampai sekitar 10 cm saja untuk ikan jantan, sedangkan ikan betina biasanya kurang dari ukuran tersebut.


Neolamprologus leuleupi

Dekorasi akuarium leuleupi dengan bebatuan dan gua-gua. Danau Tangayika memiliki air yang berPH tinggi, sekitar 7.8 sampai 9.0 dan memiliki suhu sekitar 25°C – 30°C.
Kondisi tersebut harus dipenuhi bila hendak memelihara ikan Leulupi dalam akuarium. Akan tetapi, ikan-ikan yang beredar dipasaran merupakan turunan yang ke-sekian dari ikan tangkapan alam, sehingga sudah beradaptasi dengan kondisi air yang berada di peternakan.

Oleh karena itu seringkali tidak diperlukan kondisi air yang se-ekstrem tadi.
Kondisi air dengan PH 7 sudah cukup memadai untuk memelihara ikan ini dengan sehat.

Kendala yang sering terjadi bila memelihara ikan dengan kondisi air yang tidak memenuhi persyaratan adalah seringkali ikan tersebut terserang fish-tuberculosis, ikan menjadi kurus, warna memucat dan pertumbuhan berhenti. Bila sudah terserang, biasanya mereka hanya tinggal menunggu waktu saja, demikian pula bila hendak memelihara ikan yang membutuhkan kondisi pH rendah tetapi disimpan dalam air yang berPH tinggi.


Pemeliharaan


Pemeliharaan Leuleupi dalam akuarium sebenarnya cukup mudah. Seperti dikemukakan sebelumnya, bahwa kondisi air bagi ikan-ikan yang telah dibudiyakan tidak lagi kritikal, akan tetapi memang lebih baik bila disediakan air dengan pH tinggi. Cara termudah untuk mendapatkan pH tinggi ialah dengan memakai karang laut, pecahan koral, atau pasir laut. Substrat sebaiknya menggunakan pasir dengan warna terang sehingga warna ikan akan lebih cemerlang.

Setup akuarium yang direkomendasikan untuk ikan-ikan dari perairan Tangayika adalah berupa perairan terbuka dengan tumpukan batu-batu didasar. Bila akuarium memakai pasir yang bewarna cerah, warna kuning ikan tersebut akan lebih nampak. Akan tetapi bila pasir yang digunakan berwarna gelap, maka ikan ini akan tampak lebih ‘gelap’. Leuleupi tidak rewel dalam hal makanan, dari makanan buatan sampai cacing es akan diterimanya dengan senang hati. Meskipun demikian perlu diketahui bahwa di alam mereka hanya memakan pakan hidup saja.


Breeding

Leuleupi termasuk sulit dibedakan antara jantan dan betinanya. Satu-satunya penciri adalah ikan jantan akan tumbuh lebih besar dibandingkan ikan betina. Beberapa indikasi lain yang mungkin bisa dilihat adalah ikan jantan bisa memiliki kepala lebih tebal dan lebih besar dibandingkan ikan betina, dan sering menunjukkan adanya gejala jenong (cranial bump). Selain itu kadang bisa dilihat pada sirip perutnya, ikan jantan cenderung memliki sirip perut lebih panjang dibandingkan dengan betina.

Cara mudah untuk mendapatkan pasangan ikan ini adalah dengan memelihara mereka dalam jumlah relatif banyak bersama-sama sedari kecil. Leuleupi selanjutnya akan memilih pasangannya sendiri dan bertelur. Walaupun demikian, pasangan ini seringkali tidak bertahan lebih dari sebulan.

Leuleupi akan memilih sarang di gua-gua kecil pada celah-celah batuan yang ada.

Untuk itu dalam melakukan breeding, perlu disiapkan akuarium dengan bebatuan yang membentuk gua-gua atau celah, tempat mereka menyimpan telurnya kelak. Telur yang dihasilkan bisa mencapai jumlah 100 butir. Telur-telur tersebut akan menetas kurang lebih 4 hari kemudian. Seperti ikan cichlid lain pada umumnya, ikan leleupi akan mengasuh anak-anaknya dengan baik. Ikan jantan dan betina akan menjaga anak-anaknya secara bergantian. Ikan yang mengasuh anaknya biasanya akan berpasangan lebih lama. Bila anak-anaknya sudah berenang bebas, mereka bisa diberi makan makanan khusus, seperti artemia.
Ikan leleupi merupakan salah satu ikan yang menarik. Warnanya yang kuning cerah sangat indah dan ukurannya yang kecil membuatnya tidak memerlukan akuarium besar bila hendak memelihara ikan tersebut. Bila anda tertarik untuk memiliki akuarium komunitas ikan cichlid, ikan ini boleh dijadikan salah satu kandidatnya.

Rabu, 08 Februari 2012

Sepat mutiara ( Trichogaster leeri )


Sepat mutiara (Trichogaster leeri) adalah sejenis ikan hias air tawar anggota suku gurami (Osphronemidae). Dalam bahasa Inggris disebut Pearl gourami, Mosaic gourami atau Lace gourami merujuk pada pola warna berbintik-bintik indah dengan garis hitam di sisi tubuhnya.
  
Pemerian

Ikan yang bertubuh pipih dan bermoncong runcing sempit, panjang keseluruhan beserta ekor hingga 120mm. Berwarna abu-abu atau kebiruan dengan pola butir-butir berwarna kehijauan atau keperakan serupa mutiara banyak sekali. Sebuah pita berwarna gelap berjalan pada tengah sisi tubuh, mulai dari ujung moncong melewati mata dan berakhir dengan sebuah bintik pada pangkal ekor. Hewan jantan lebih berwarna-warni, dengan tenggorokan dan sirip dubur bagian depan berwarna kemerahan.
Rumus sirip dorsal, V-VII (jari-jari keras atau duri) dan 8–10 (jari-jari lunak); dan sirip anal XII-XIV, 25–30. Gurat sisi 30–37 buah. Panjang standar (tanpa ekor) kira-kira 2,4 kali tinggi badan. Sepasang jari-jari terdepan pada sirip perut berubah menjadi alat peraba yang menyerupai cambuk atau pecut, yang memanjang hingga ke ekornya, dilengkapi oleh sepasang duri dan 2-3 jumbai pendek.
Agihan dan habitat

Sepat mutiara menyebar mulai dari Thailand, Malaysia, Sumatra, hingga Kalimantan. Ikan ini merupakan penghuni rawa-rawa dataran rendah yang berair sedikit asam. Ikan ini biasanya senang berada dekat permukaan hingga setengah kedalaman air. 

Pemeliharaan di akuarium
Ukuran dan kondisi
Untuk memelihara sepasang sepat mutiara sebaiknya digunakan kolam atau akuarium berukuran sekurang-kurangnya 60 liter; lebih besar ukurannya akan lebih baik, karena ikan ini akan menunjukkan gejala stres apabila merasa terbatasi ruangannya. Suhu air sebaiknya berkisar antara 22–28 °C (72–82°F). Permukaan airnya hendaknya berhubungan langsung dengan udara terbuka, agar organ labirin ikan ini dapat berfungsi dengan baik. Kelengkapan akuarium yang diperlukan di antaranya adalah substrat dan ornamen yang sesuai, tetumbuhan air, filter air, pencahayaan, serta perawatan.
Sepat mutiara adalah ikan yang cinta damai. Ikan ini dapat hidup bercampur dengan jenis-jenis ikan lainnya, namun sebaiknya jangan digabungkan dengan ikan-ikan yang bersifat agresif atau terlalu aktif. Juga perlu dijaga agar akuarium tidak terlalu penuh agar sepat mutiara tidak gelisah. Tandanya, sepat jantan dapat tiba-tiba saja menyerang atau menggertak ikan lain yang terasa mengganggunya.
Pakan
Sepat mutiara adalah hewan omnivora, pemakan segala. Di akuarium, ikan ini dapat diberi pakan kering seperti pelet atau cacing tubifex kering. Sesekali, juga dapat diberikan pakan hidup seperti udang renik.
Pemijahan


Untuk tempat memijah, akuarium perlu dilengkapi dengan tanaman air yang mengapung. Di sini ikan jantan akan membuat sarang busa atau sarang gelembung dari air ludahnya, sebagai tempat memijah dan menyimpan telur hingga menetas nanti. Percumbuan dan pemijahan akan berlangsung di sarang ini, dan sesudah telur dikeluarkan dan dibuahi, sepat betina akan diusir keluar oleh si jantan. Sebagaimana jenis-jenis sepat lainnya, jantan sepat mutiara akan menjagai telur-telur ini hingga menetas.
Sekali memijah biasanya betina akan mengeluarkan 150–200 butir telur. Telur ikan akan menetas setelah 24 jam kemudian. Beberapa hari berikutnya burayak (anak-anak ikan) mulai aktif berenang. Pada saat itu hendaknya ikan jantan dipisahkan dari anak-anaknya, agar burayak-burayak itu tidak dimakannya. Anak-anak ikan mula-mula dapat diberi pakan udang renik, dan minggu-minggu berikutnya dapat diberi pakan kering yang dihaluskan.

Senin, 06 Februari 2012

Three Spot dascyllus ( Dascyllus fri )


Three Spot dascyllus( Dascyllus fri ) yang berwarna-warni terdapat di terumbu; koral, seperti ciclid yang sama bentuknya lubang hidung betokpun hanya satu dan didepan sirip dubur terdapat dua sirip kipas berduri. Three Spot dascyllus( Dascyllus fri ) badannya pipih dan tampak dari samping bulat dan mengesankan  butek. Warna badannya hitam dan legam dengan tiga buah bercak berwarna putih, satu didahi dan satu dikedua sisi tubuhnya. Bercak-bercak tersebut hilang setelah dewasa. Panjang jarang melebihi 15 cm. Di aquarium betok terlihat bagus  apabila ditempatkan secara berkelompok.



Nama Indonesia    : Ikan Dakocan
Nama Inggris    : Three Spot dascyllus,
Nama Latin    : Dascyllus fri
Klasifikasi    : Ordo Perciformes, Familia Pomacantridae



Perilaku : Hampir sama dengan klon mereka suka bermain dekat anemon dan mencari makan di antara batu-batu karang. Hidup dalam kawanan, dan bila bahaya mengancam, seluruh kelompok kawanan menghilang ke dalam koral. Ikan ini mempunyai perilaku teritorial yang kuat. Setiap ikan mempunyai celahnya masih-masing di dalam koral dan menjaganya. Ikan ini tidak cocok ditaruh dengan ikan-ikan yang lebih besar.

Reproduksi : Saat bereproduksi warna menjadi kemerah-merahan perak. Ketika bertelur, telur-telur diletakan pada rumpun-rumpun pada koral atau pada batu, dan induk akan menjaga sampai telur menetas.

Pakan : Di habitat aslinya mereka menyukai udang-udang kecil, larva, kepiting dan tidak jarang mereka membersihkan parasit di badan ikan yang ukurannya lebih besar. Sedangkan di aquarium Gembira Loka selain pakan alami ikan ini juga diberikan pakan buatan yaitu antara lain: Tubifex sp, Rotifera sp dan Apnia sp.

Habitat : Daerah tropis dan secara khas penghuni batu-batu karang yang memanjang ke laut sampai 55 m.

Siganus Vulpinus ( Foxface rabbitfish )


Siganus Vulpinus bertubuh sedang dan bentuknya pipih kelihatan dari samping lonjong. Warna badannya bagian belakang kuning cerah. sirip ekor dan sirip anus. Sedang bagian kepalanya belang hitam dan putih yang mengesankan ikan ini mempergunakan topeng pada kepalanya. Mulutnya agak runcing berbentuk tabung. Mulut kecil salendar cicit menyerupai mulut kelinci dan dipakai untuk mengunggisi ganggang. Ragam warnanya dapat menyamarkan bentuk sejati ikan ini. Sirip punggung dan sirip duburnya terdapat duri beracun yang dapat menimbulkan luka pedih bila terkena.



Nama Indonesia    : Salendar Cicit
Nama Inggris    : Siganus Vulpinus,
Nama Latin    : Foxface rabbitfish
Klasifikasi    : Ordo Perciformes. Familia Singanidae.



Perilaku : Lincah, suka damai, ketika di ganggu ikan ini ujung sirip punggungnya berkembang menghadap ke arah penyerang. duri.durinyamempunyai kelenjar beracun yang mana membuat luka menyakitkan. Di aquarium ikan ini terlihat aktif berenang di tempat terbuka dan meliuk menelusuri lubang karang. Sikap agresif terhadap jenisnya sendiri tetapi sangat ramah dengan ikan-ikan lain.

Reproduksi : Ikan ini di habitat aslinya dengan cara bertelur. akan tetapi perkembang biakannya di dalam aquarium tidak diketahui. Perbedaan kelamin antara ikan yang jantan dan ikan betina juga tidak diketahui.

Pakan : Di habitat aslinya ikan ini memakan bermacam-macam makanan hidup seperti jentik-jentik nyamuk, cacing sutera. ganggang dan daun selada. Sedangkan di aquarium Gembira Loka ikan ini selain di beri pakan hidup juga diberi pakan buatan antara lain seperti Tubifex sp,  Rotifera sp dan Apnia sp yang dibuat pelet.

Habitat :
Danau dipinggir laut dan secara khas menghuni batu karang yang memanjang

Minggu, 05 Februari 2012

Parkinson's Rainbowfish ( Melanotaenia parkinsoni )


Berasal dari Papua Nugini.Habitatnya berada di sungai yang berpasir dan sungai yang bervegetasi.Panjang Parkinson's Rainbowfish dapat mencapai sekitar 15 cm di akuarium,meskipun di alam liar ukurannya bisa lebih besar lagi.Rainbow jenis ini memiliki pola warna yang termasuk unik bila dibandingkan dengan jenis rainbow lainnya.Tubuhnya memiliki warna biru keperakan namun siripnya memiliki warna oranye terang yang mencolok.Bila tertimpa cahaya warna ini akan tampak bersinar.Warna ini hanya ada pada ikan jantan.Pada ikan betina tidak terdapat warna ini dan ikan betina memiliki warna tubuh yang lebih pudar.


Parkinson's Rainbowfish adalah ikan omnivora yang membutuhkan campuran makanan hidup dan makanan buatan pabrik.Makanan hidup itu antara lain mencakup bloodworm,tubifex,kutu air,dan brine shrimp.Pemberian makanan dilakukan minimal seminggu sekali.Jika pakan hidup tidak tersedia,sebagai pengganti ikan ini dapat diberi pakan beku.Seperti banyak ikan,akan lebih baik bila ikan ini dipelihara dalam akuarium yang dibuat meniru kondisi habitat aslinya.Rainbow ini adalah ikan yang mudah beradaptasi namun ikan ini lebih menyukai akuarium yang banyak terdapat tanaman airnya.Penggunaan substrat yang gelap serta latar belakang yang redup dapat membuat penampilan ikan ini terlihat lebih nge-jreng.

Kondisi air yang diperlukan;pH 6,5-8,5 temperatur air 21-28 C.Ada baiknya anda coba membuat akuarium terkena sinar matahari langsung agar pancaran sinar matahari tersebut dapat mengenai tubuh ikan ini sehingga warna ikan ini terlihat jauh lebih menakjubkan.Rainbow ini tidak memerlukan perawatan khusus namun kondisi tangki harus terjaga dengan baik agar ikan ini tetap sehat.Setidaknya 25-50 % air dari tangki harus diganti seminggu sekali.Ikan ini adalah perenang yang sangat aktif.Parkinson's Rainbowfish adalah ikan pendamai yang dapat beradaptasi dalam akuarium komunitas.Usahakan memelihara ikan ini dalam kelompok yang terdiri dari ikan jantan dan ikan betina.

Sabtu, 04 Februari 2012

Serpent loach ( Serpenticobitis octozona )

Serpent loach merupakan salah satu jenis ikan loach atau serowot anggota famili Balitoridae. Berasal dari sungai Sekong atau Xe Khong (ເຊກອງ) di negara Laos dan tampaknya merupakan spesies endemik sungai tersebut. Sungai Sekong sendiri merupakan salah satu dari anak sungai Mekong. 

Sebagai bagian dari sistem sungai Mekong, ada rencana untuk membendung sungai ini dengan bendungan PLTA. Namun sayangnya rencana tersebut telah disetujui pemerintah, dikhawatirkan kelangsungan ikan-ikan yang hidup pada sungai ini akan terancam. Habitat yang didiami oleh ikan ini adalah sungai-sungai dangkal yang mengalir dengan cepat, hulu sungai yang sarat oksigen, kolam-kolam, serta daerah air terjun dalam beberapa kasus. Daerah yang dihuni oleh ikan ini biasanya penuh dengan bebatuan dan kerikil serta kaya akan oksigen. Serpent loach berukuran kecil, panjangnya hanya sekitar 5 cm saja. Tubuhnya berbentuk memanjang, dengan sirip berwarna belang hitam dan putih. Warna tubuhnya adalah coklat muda yang diselingi garis-garis berwarna kuning, coraknya tersebut membuat ikan ini tampak menarik.

Ikan ini sebenarnya tidak terlalu sulit dipelihara, asalkan dipelihara dalam kondisi yang benar. Direkomendasikan untuk memeliharanya dalam akuarium yang di-setting menyerupai habitat aslinya. Agar sesuai seperti habitat aslinya, gunakan substrat pasir atau kerikil halus disertai dengan batu-batuan. Tambahkan pula beberapa cabang kayu dan tanaman air agar lanskap pada akuarium tidak berkesan kaku. Akuarium yang dibutuhkan tidak perlu besar, cukup sediakan akuarium berukuran 75 x 30 x 30 cm.  Secara alami, ikan ini toleran terhadap akumulasi polutan organik seperti ikan lainnya, namun agar tumbuh dengan sehat kondisi air yang bersih sangatlah dibutuhkan. Setiap seminggu sekali, minimal 30-50 % dari total volume air harus diganti. Kondisi air yang dibutuhkan ; pH 6-7 temperatur air 23-26 °C.
Serpent loach adalah ikan omnivora meskipun sebagian besar makanannya di alam liar terdiri atas serangga kecil, cacing, krustasea, serta zooplankton lainnya. Malahan, ikan ini jarang mengonsumsi makanan yang bersumber dari tetumbuhan. Dalam akuarium ikan ini dapat diberi makan pakan kering dengan proporsi yang sesuai. Makanan sehari-hari lain yang dapat diberi adalah pakan hidup atau pakan beku, diantaranya daphnia, artemia, bloodworm, dan lain-lain. Kondisi makanan yang baik akan berpengaruh pada pewarnaan tubuh. Serpent loach berkarakter pendamai terhadap ikan lain ataupun spesiesnya sendiri. Pemeliharaan secara berkelompok sangat dianjurkan, idealnya minimal terdapat empat ikan dalam satu kelompok. Ikan yang cocok sebagai tankmates untuk ikan ini antara lain gourami (sepat) hias; jenis cyprinid seperti barb, danio, rasbora; loach; ataupun jenis ikan pendamai lainnya. Berhubung ikan ini berukuran kecil, jangan memeliharanya bersama ikan yang agresif atau predator karena ikan ini akan dimangsa.     

Minggu, 29 Januari 2012

Kissing Gourami ( Helostoma temminckii )


Berasal dari Asia Tenggara, meliputi Thailand, Vietnam, Kamboja, Malaysia, dan Indonesia.Pertama kali  dideskripsikan berasal dari pulau Jawa. Ikan ini adalah satu-satunya anggota famili Helostomatidae. Habitat yang didiami ikan ini adalah perairan yang mengalir lambat, danau, dataran banjir, rawa-rawa, dan oxbow (danau tapal kuda).


Wilayah perairan yang didiami ikan ini biasanya berarus tenang, dangkal, dan banyak terdapat tanaman air.  Bagi sebagian orang Indonesia ikan ini bukanlah sesuatu yang asing lagi. Di negara kita, ikan ini dikenal dengan nama tambakan. Sejak dahulu ikan ini sudah dimanfaatkan sebagai bahan makanan dan telah diperkenalkan ke beberapa negara  untuk dibudidayakan. Kissing gourami juga sering dipancing di alam liar. Salah satu ciri khas dari ikan ini adalah kebiasaannya yang suka mencium. Dari kebiasaannya inilah ikan ini mendapatkan namanya. Biasanya yang dicium oleh ikan ini adalah ikan tambakan lainnya atau benda-benda lain. Sebenarnya ikan ini tidak sedang benar-benar berciuman. Yang mereka lakukan sebenarnya adalah saling beradu mulut. Hal ini dilakukan oleh tambakan jantan untuk menegaskan supremasinya terhadap pejantan lain saat sedang menjaga wilayahnya. Ikan ini juga sering menciumi benda padat untuk menggerogoti makanan yang menempel pada benda tersebut. Ciri khas dari ikan ini sendiri antara lain berbentuk pipih vertikal, sirip punggung dan sirip analnya memiliki bentuk dan ukuran hampir sama, serta mulutnya yang memanjang. Terdapat dua varian pada spesies ini, yaitu varian berwarna hijau dan varian yang berwarna putih atau merah muda. Belakangan muncul pula varian yang berukuran lebih kecil dan berukuran membulat seprti balon. Diketahui ikan ini dapat tumbuh hingga mencapai ukuran 30 cm.


Untuk pemeliharaan berjangka panjang ikan ini membutuhkan akuarium dengan ukuran minimal 150 x 45 x 45 cm. Dekorasi tidaklah terlalu penting, sama halnya dengan masalah ruang terbuka untuk berenang yang harus disediakan . Meskipun begitu, tidak disarankan untuk memelihara ikan dalam akuarium yang banyak tanaman airnya seperti aquascape karena kecenderungan ikan ini suka memakan tanaman air. Akar dan cabang-cabang kayu driftwood sangat cocok sebagai dekorasi untuk ikan ini. Jika anda ingin menambahkan tanaman air, gunakan tanaman yang mengapung di permukaan air atau yang berdaun keras seperti Anubias dan Microsorum. Hindari pergerakan aliran air yang berlebihan pada akuarium. Ikan yang dewasa akan menghasilkan banyak limbah, sehingga dianjurkan mengganti air 30-50 % dari total volume air setiap minggu. Pencahayaan relatif bukan hal yang penting, dapat terang ataupun redup sesuai dengan yang anda inginkan. Secara berkala ikan ini akan ke permukaan air untuk mengambil oksigen dari udara.


Kondisi air yang dibutuhkan untuk pemeliharaan ; pH 6-8 temperatur air 22-28°C. Kissing gourami adalah ikan omnivora yang memakan hampir segala jenis makanan. Di alam liar ikan ini memiliki makanan yang bervariasi, mulai dari lumut, tanaman air, zooplankton, hingga serangga air. Di akuarium ikan ini dapat diberi berbagai jenis makanan, diantaranya pakan serpih, pelet, atau makanan hidup. Setidaknya pakan hidup seperti bloodworm, Tubifex, Artemia, dan jentik-jentik juga diberikan secara teratur. Pada ikan ini terdapat tapis insang (gill raker) yang berfungsi membantunya menyaring plankton dari air. Kissing gourami cocok untuk dipelihara dalam akuarium komunitas bersama ikan berukuran besar lainnya. Ikan ini akan menjadi agresif bila ditempatkan dalam ruang gerak yang terbatas atau dalam akuarium yang sempit. Tankmates yang cocok untuk ikan ini diantaranya rasbora, barb, cichlid, catfish, characins, spiny eel, atau anabantoid lainnya. Ikan ini diketahui tidak suka berteman kecuali saat remaja. Karena itu, bila ingin memeliharanya berkelompok, peliharalah sejak mereka kecil.

Three-lined Pencilfish ( Nannostomus trifasciatus )


Nannostomus trifasciatus atau yang dikenal dengan Three-line pencilfish merupakan ikan air tawar yang tersebar di sungai Amazon mulai dari Colombia, Peru dan Guyana. Three-line pencilfish adalah ikan kecil yang panjangnya hanya mencapai 6 cm, dan mempunyai pola warna yang terang sepanjang hari dan sepanjang malam. Selama siang hari, tiga garis hitam membujur disepanjang tubuhnya dan pada malam hari garis tersebut menghilang dan tiga spot gelap yang besar muncul pada sisi ikan dari punggung ke perutnya, kemungkinan hal ini dilakukan untuk bersembunyi dari ikan predator nocturnal. Berdasarkan penelitian, perubahan warna ini disebabkan oleh aktifitas hormon Melatonin pada pigmen sel terhadap perbedaan kondisi. 

TAKSONOMI

Kingdom
Animalia
Phylum
Chordata
Class
Actinopterygii
Order
Characiformes
Family
Lebiasinidae
genus
Nannostomus
Species
Nannostomus trifasciatus
Umumnya Nannostomus trifasciatus Jantan mempunyai warna yang lebih cerah dan sedikit lebih ramping dibanding betina, selain itu ikan jantan bersifat teritorial untuk wilayah yang kecil. N.trifasciatus bersifat omnivora dan banyak menghabiskan waktu di permukaan air, dengan makanan utama adalah serangga, namun terkadang juga memakan alga.  Proses reproduksi secara eksternal, dan bertelur dapat dilakukan sepanjang hari. Telur bersifat lengket dan biasanya diletakkan di daun tanaman atau berserakan di air.

Sekali bertelur menghasilkan 30 – 70 telur, dan akan menetas 18 – 72 jam kemudian tergantung suhu air. Anak ikan yang baru menetas tidak dijaga oleh sang induk. N.trifasciatus aktif sepanjang hari dan istirahat di malam hari pada permukaan air. Dialam bebas ikan ini diketahui juga bermigrasi dari sungai ke hutan basah selama musim hujan. Kondisi lingkungan habitat ikan ini adalah air dengan pH 6 – 7 dan suhu 24 – 280C.
Dalam aquarium, N.trifasciatus sangat susah dibedain secara fisik sama spesies N.marginatus, namun N.trifasciatus berukuran lebih besar.  

Jumat, 27 Januari 2012

African Brown Knife Fish ( Xenomystus nigri )

 
African Brown Knife Fish (Xenomystus nigri) atau African Knife Fish merupakan ikan yang berasal dari afrika dan ditemukan di sungai-sungai seperti sungai Kongo, Nil dan beberapa sungai yang menyebar di Kamerun, Liberia, Togo dan beberapa wilayah lain. Ikan ini bersifat nocturnal dan dapat tumbuh hingga 30 cm.
 
Secara fisik, ikan ini bertubuh tipis dan memanjang sehingga menyerupai pisau dan mempunyai sirip dada yang menyatu dengan sirip anal dan memanjang dari bawah insang sampai tubuh belakang bagian akhir (ekor). Xenomystus nigri tidak mempunyai sirip punggung,serta memiliki mata keemasan dan mulut yang cukup lebar.
 
TAKSONOMI
 
Kingdom
Animalia
Phylum
Chordata
Class
Actinopterygii
Order
Osteoglossiformes
Family
Notopteridae
genus
Xenomystus
Species
Xenomystus nigri
Dari segi warna yakni kecoklatan, ikan ini mungkin kurang menarik, namun bentuk tubuh dan kemampuan personalnya akan menambah sisi positif ikan ini. Xenomystus nigri mampu berenang maju dan mundur, selain itu juga dapat menghasilkan suara menyalak saat bercumbu dengan lawan jenis. Xenomystus nigri merupakan predator yang suka memburu ikan – ikan kecil, cacing, udang, siput dan serangga. Sewaktu muda, ikan ini akan berkelompok dalam jumlah kecil, namun seiring bertambahnya usia keagresifan akan muncul bahkan dengan jenisnya sendiri. Xenomystus nigri sangat sensitif terhadap kualitas air, dan di alam ditemukan hidup pada kondisi pH 6 – 8 dan suhu 23-28°C. Perbedaan jenis kelamin sangat sulit diketahui, kecuali pada saat membawa telur makan betina akan kelihatan lebih gemuk. 
 

Breeding belum bisa dilakukan secara skala aquarium namun diketahui bahwa betina akan meletakkan sekitar 150 – 200 telur tiap diameter 2 mm dilubang atau celah, dan jantan akan menjaga telur sampai menetas yakni sekitar 6 – 9 hari.

Venustus Hap


Venustus Hap atau Girrafe Hap (Nimbochromis venustus) ialah golongan Haplochromine Cichlid dan merupakan ikan asli Danau Malawi di Afrika. Ikan ini berwarna kuning dengan pola noda coklat menyerupai jerapah. Jantan umumnya memiliki kepala berwarna biru dengan spot kuning di kepala dan sirip punggung, sedangkan betina umumnya kurang berwarna atau cenderung keperakan dengan pola noda gelap. 

TAKSONOMI
Kingdom
Animalia
Phylum
Chordata
Class
Actinopterygii
Order
Perciformes
Family
Cichlidae
genus
Nimbochromis
Species
Nimbochromis venustus
Venustus Hap hidup pada area berpasir pada danau dengan kedalaman 15 meter, dan dapat tumbuh besar yakni sekitar 20 – 30 cm. Venustus Hap merupakan ikan predator yang cenderung melakukan teknik penyerangan terhadap mangsa, dia suka bersembunyi di pasir dang menggunakan pola tubuhnya untuk kamoflase. Teknik adaptasi berburu yang dilakukan Venustus Hap ialah thanatosis atau “permainan mati” yaitu berburu dengan sedikit bergerak atau hanya diam menunggu mangsa. Sebagai predator di daerah berpasir, Venustus Hap merupakan perenang cepat dan kuat. Oleh penduduk lokal, ikan ini diberinama “kaligono” yang berarti tukang tidur, nama ini disesuikan dengan perilakunya. Kondisi air yang cocok untuk ikan ini ialah air dengan pH 7,6 – 8,8 dan suhu 24-28°C. 



Venustus Hap pejantan akan berwarna menyolok saat siap bereproduksi, sama seperti cichlid lainnya betina akan menaruh telur mereka di bebatuan dan mengijinkan pejantan untuk membuahinya. Telur yang sudah dibuahi akan dibawa oleh induk betina dengan menaruhnya di dalam mulutnya. Telur yang dibawa bisa mencapai 120 buah dan akan berada di dalam mulut induk selama 3 minggu sebelum dilepaskan anak – anak ikan untuk bebas berenang. Betina tidak akan makan selama periode mengerami ini, dan akan memuntahkan telurnya saat dia merasa terancam. Anak ikan memiliki mulut yang cukup besar untuk diberi makan udang dan makanan lainnya.

Selasa, 24 Januari 2012

Whiteseam Fighter ( Betta albimarginata )


Zona Ikan Kita - Whiteseam Fighter (Betta albimarginata) atau Whiteseam betta merupakan ikan Betta yang ditemukan pertama kali di pulau Kalimantan, tepatnya provinsi Kalimantan timur. Sesuai namanya albimarginata yang berarti tepian putih, ikan ini mempunyai warna putih di tepian semua siripnya termasuk juga pada ujung ekornya.


TAKSONOMI

Kingdom
Animalia
Phylum
Chordata
Class
Actinopterygii
Order
Perciformes
Family
Osphronemidae
genus
Betta 
Species
Betta albimarginata
Betta albimarginata adalah spesies terkecil dalam genusnya karena hanya mempunyai panjang tubuh 5 cm. Secara fisik, ikan dari family Osphronemidae ini mempunyai tubuh yang memanjang, mata besar dan mulut lebar. Walaupun kecil, ikan ini bersifat karnivora dan memakan pangan hidup atau beku seperti cacing darah, glass worm dan arthemia, dan ikan ini menolak bila dikasih pangan kering dan juga makanan yang terlalu kecil. Betta albimarginata hidup pada habitat aslinya di pedalaman sungai Sembuak dengan pH 6 – 7,5 dan suhu 22 – 260C. Perawatan di aquarium dapat dilakukan dengan menyediakan beberapa tanaman dan kayu untuk bersembunyi. Betta albimarginata jantan mempunyai warna yang sangat menarik dibanding betina, betina berwarna abu – abu pucat sedangkan jantan berwarna cokelat yang tajam dengan warna putih di pinggiran siripnya. 


Walaupun tidak bersifat agresif, namun jantan mungkin bersifat teritorial dan lebih baik jika dipelihara dalam pasangan. Betta albimarginata merupakan jenis Mouthbrooder dan memiliki ritual perkawinan yang menarik. Perkawinan dilakukan dengan cara berpelukan dan pada saat tersebut dilepaskan beberapa butir telur. Telur – telur yang dilepaskan oleh betina akan diambil oleh jantan dan ditaruhnya di dalam kerongkongannya. Proses mengerami dilakukan oleh jantan selama delapan sampai dua belas hari. Biasanya ikan jantan yang masih muda awalnya akan memakan telur - telur setelah dua sampai tiga hari pengeraman, namun jantan tersebut kemudian akan belajar membawa telur itu. Setelah pengeraman selesai, anak – anak ikan dilepaskan dari mulut induknya. Tidak semua telur berhasil menetas, biasanya anakan ikan yang dilepas tidak lebih dari 40 ekor. Induk ikan baik jantan maupun betina akan mengasuh anak mereka. Anakan ikan yan baru menetas mempunyai panjang tubuh 5 mm dan warna yang gelap cenderung kehitaman. Mereka dapa diberi makanan seperti infusoria. Pertumbuhan anakan ikan sangat lambat dan akan mencapai panjang tubuh 4 cm saat berusia 6 bulan.