Tampilkan postingan dengan label Tempat Mancing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tempat Mancing. Tampilkan semua postingan
Senin, 20 Februari 2012
Koordinat Hotspot Mancing Pulau Seribu
Ada beberapa hal yang harus disiapkan sebelum pergi mancing, mulai dari persiapan alat-alat tempur utama seperti joran, ril, senar dan umpan sampai ke perlengkapan pendukung lainnya. Persiapan tersebut perlu dilakukan agar mendapatkan hasil yang maksimal pada saat mancing nanti. Dan yang pasti tentukan terlebih dulu dimana tempat kita akan memancing.
Salah satu alternatif mancing laut bagi anda yang bertempat tinggal di Jakarta adalah Kepulauan Seribu. Kepulauan Seribu merupakan salah satu tempat mancing yang memiliki hayati laut yang bermacam-macam. Makanya, bagi para penggemar mancing laut tidak akan asing dengan kepulauan seribu yang terkenal kaya akan berbagai jenis ikan.
Selain persiapan yang matang dari pemancing dan peralatan kapal yang lengkap, sukses atau tidaknya trip mancing juga dipengaruhi oleh pengetahuan sang kapten tentang spot-spot yang banyak ikannya. Di kepulauan seribu terdapat banyak sekali spot mancing yang bagus, kali ini kami akan mencoba berbagi hotspot untuk wilayah kepulauan seribu. Mudah-mudahan informasi ini dapat berguna bagi anda yang ingin melakukan trip mancing ke kepulauan seribu.
Berikut ini koordinat hotspot mancing yang kami berhasil kumpulkan:
Tandes Haris : 106º46,450′ BT dan 05º29,350′ LS
Tandes Ave : 106º41,672′ BT dan 05º31,846′ LS
Tandes Kuswadi III : 106º44,899′ BT dan 05º29,415 LS
Karang Supermarket Timur : 106º45,098′ BT dan 05º29,673 LS
Karang Karimun : 106º48,637′ BT dan 05º29,491′ LS
Tandes Dani : 106º40,843′ BT dan 05º32,258′ LS
Tandes Pujo II : 106º46,898′ BT dan 05º30,569′ LS
Tandes Coco : 106º44,624′ BT dan 05º29,665′ LS
Tandes Surya Paloh : 106º46,233′ BT dan 05º31,249′ LS
Tandes Dadi II : 106º49,097′ BT dan 05º35,405′ LS
Tandes Kartini : 106º42,187′ BT dan 05º34,482′ LS
Kapal tenggelam : 106º39,850′ BT dan 05º34,307′ LS
(berbagai sumber)
Rabu, 15 Februari 2012
7 Spot Mancing Favorit di Indonesia
Zona Ikan Kita - Jangan bilang Anda pecinta mancing, jika tidak tahu spot mana yang menjadi favorit para 'mancing mania' di seluruh Indonesia.
Nah, Coba saja mengunjungi daerah berikut ini yang konon sangat favorit dan terbaik untuk para pemancing.
Pelabuhan Ratu, Jawa Barat, pantai Malimping dan Ujung Kulon
Tempat memancing dengan infrastruktur memancing terbaik di Indonesia, di Malimping dan Binuangeun, kabupaten Lebak Banten tersedia kapal memancing dilengkapi GPS dan Fish finder dengan ABK terbaik dan berpengalaman.
Laut sekitar pulau Karimunjawa hingga pulau di sekitar Madura, Jawa Timur
Aneka jenis ikan tenggiri, kakap, giant travelly dan tuna bisa anda buru disini. Infrastruktur wisata belum tersedia
Perairan kepulauan Mentawai, Siberut Sumatera Barat
Terutama di sekitar karang sibora. Infrastruktur memancing belum tersedia, namun bagi anda yang ingin memancing dapat menyewa kapal tradisional milik nelayan sekitar.
Pulau Weh Sabang, Aceh
Terutama di sekitar gugusan karang pulau Silaku, infrastruktur wisata belum memadai di pulau weh ini.
Laut Banda, Laut Aru, Laut seputar pulau Kei, Maluku
Kedalaman yang mencapai 5000 meter ombak yang juga besar dan angin yang pasti selalu berubah .Infrastrukturnya untuk wisata sangat memadai, namun untuk memancing belum tersedia. Biasa nelayan menyewakan kapal tradisionalnya, terdapat banyak zona drop off yang menjadi sarang ikan besar .
Laut Pulau Biak, Papua Barat
Kedalaman laut >1000 meter. Ombak tenang, dengan angin sering berubah. Sangat cocok untuk memancing dengan teknik popping, jigging dan trolling. Tersedia infrastruktur wisata memancing, sejumlah resort menyewakan kapal.
Laut Fakfak, Kanka hingga Kaimana, Papua Barat
Kedalaman laut lebih dari 1000 meter dengan angin yang sering berubah. Tempat terbaik untuk memancing tuna. Dengan berat 90 kg, waktu terbaik untuk memancing adalah bulan Nopember. Tersedia infrastruktur wisata memancing sejumlah resort yang menyewakan kapal dengan ABK berpengalaman.
Rabu, 01 Februari 2012
Danau Rawa Pening
Zona Ikan Kita - Danau ini terletak di Kabupaten Semarang, Jateng dan menempati beberapa wilayah kecamatan Ambarawa, Bawen, Tuntang, dan Banyubiru. Rawa Pening memiliki luas 2.670 hektar dan berada di cekungan terendah lereng Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo, dan Gunung Ungaran.
Banyak versi yang menceritakan terjadinya Rawa Pening, Tetapi menurut sebagian besar cerita Rawa Pening terbentuk dari muntahan air yang mengalir dari bekas cabutan lidi yang dilakukan oleh Baru Klinthing. Seorang anak kecil yang tubuhnya dipenuhi luka dan berbau amis, sehingga dia selalu dicaci maki dan tidak diterima kehadirannya oleh masyarakat desa tersebut kecuali oleh seorang nenek tua yang bersedia menerima dan menyayanginya seperti anaknya sendiri.
Karena seringnya menjadi bahan olok-olokan warga akhirnya Baru Klinthing menancapkan lidi dan bersumpah tidak ada yang bisa mencabutnya kecuali dia sendiri. Seluruh warga di desa tersebut tidak ada yang sanggup mencabutnya bahkan orang dewasa sekalipun, akhirnya Baru Klinthing sendiri yang mencabut lidi yang ditancapkannya. Tapi sebelumnya dia sudah memberitahu kepada nenek yang telah merawatnya untuk pergi, keluarlah air yang tidak henti-hentinya dari bekas lubang yang ditancapkan lidi tadi dan menenggelamkan seluruh desa dan tidak ada warga yang selamat kecuali nenek tua tadi. Dan jadilah Rawa Pening yang kita kenal sekarang.
Daya tarik yang ada di Rawa Pening antara lain : Wisata Tirta, dengan perahu tradisional, Penghasil enceng gondok sebagai bahan kerajinan, area pemancingan alam, Sumber mata pencaharian nelayan dan petani ikan, Obyek fotografi yang sangat mempesona.
Keindahan alam yang mempesona menjadikan Rawa Pening sebagai obyek wisata yang patut dikunjungi. Selain airnya yang masih bening dan sejuk di Rawa Pening juga terdapat taman reksreasi yang indah dan cocok untuk rekreasi keluarga. Rawa Pening memiliki beberapa area wisata seperti Tlogo, Lopait, Bukit Cinta, Muncul dan Asinan.
Untuk menikmati keindahannya anda bisa datang di pagi hari, karena Rawa Pening menawarkan pemandangan alam yang sangat luar biasa. Bagi anda yang hobi dengan fotografi, keindahan Rawa Pening di pagi hari saat sunrise menjadi sumber inspirasi untuk foto-foto yang luar biasa. Bahkan karena asyiknya hunting foto anda bisa lupa waktu kalau hari sudah menjelang siang.
Untuk urusan makan, di daerah wisata Rawa Pening banyak terdapat restoran yang sudah dilengkapi dengan beberapa fasilitas seperti kolam renang, gardu pandang dan tempat bermain anak. Pada umumnya kedai dan rumah makan tradisional menyediakan menu ikan gurami bakar.Bagi anda yang ingin beristirahat, disekitar Rawa Pening banyak terdapat villa, losmen, wisma, bungalow, pesanggrahan dan hotel. Bahkan beberapa di antara hotel-hotel itu sudah memiliki fasilitas untuk berbagai keperluan seperti konvensi, seminar, rapat, lokakarya dan penataran.
Danau ini mengalami pendangkalan yang pesat. Pernah menjadi tempat mencari ikan, kini hampir seluruh permukaan rawa ini tertutup eceng gondok. Gulma ini juga sudah menutupi Sungai Tuntang, terutama di bagian hulu. Usaha mengatasi spesies invasif ini dilakukan dengan melakukan pembersihan serta pelatihan pemanfaatan eceng gondok dalam kerajinan, namun tekanan populasi tumbuhan ini sangat tinggi.
Bahkan menurut pemerintah baru-baru ini, Rawa Pening kini masuk 15 danau di Indonesia yang menjadi prioritas untuk ditangani karena sebagian besar dalam kondisi memprihatinkan.Danau lain yang masuk prioritas penanganan antara lain adalah Danau Toba, Maninjau, dan Limboto.
(berbagai sumber)
Pemancingan Mangrove
Mangrove berasal dari bahasa Portugis, yang kalau diartikan secara umum adalah tanaman yang hidup ditepi pantai/ rawa–rawa yang berhubungan langsung dengan tepi pantai atau yang lebih dikenal dengan Hutan Mangrove.
Pemancingan Mangrove, dibuka sejak Tanggal 8 Mei 2004, Lokasi terletak di Tepi Pantai Tanjung Burung Kecamatan Teluknaga Kab. Tangerang Propinsi Banten. Luas lahan + 20 Hektar. Ikan yang dapat dipancing : Bandeng, Ikan Mujair dan Kakap Alam (Kakap Putih). Fasilitas : Kantin, Saung–saung yang dapat menampung lebih dari 200 orang, Kolam Pancing dengan ukuran masing : 30 x 200 M, 30 X 120 M, 30 x 80 M dan 80 x 200 M dengan kedalam mencapai 5 M, Area Parkir dapat menampung + 50 Kendaraan Roda Empat, Live Music (Organ Tunggal).
Fasilitas
Pemancingan Mangrove berada diluas lahan + 20 Hektar, yang tersebar dalam 4 Kolam besar dan berbatasan langsung dengan Laut Jawa. Ikan yang ada di pemancingan mangrove dan dapat dipancing adalah Bandeng, Ikan Mujair dan Kakap Alam (Kakap Putih). Fasilitas yang ada di pemancingan mangrove berupa:
- Mushola
- Saung–saung yang dapat menampung lebih dari 200 orang
- Kolam Pancing dengan ukuran masing : 30 x 200 M, 30 X 120 M, 30 x 80 M dan 80 x 200 M dengan kedalam mencapai 5 M
- Area Parkir dapat menampung + 50 Kendaraan Roda Empat dan 200 Motor
- Live Music (Organ Tunggal)
- Kantin
Ikan yang ada di pemancingan mangrove dan dapat dipancing adalah Bandeng, Ikan Mujair dan Kakap Alam (Kakap Putih)
Kolam
Dengan luas 20 Hektare, Pemancingan Mangrove menyediakan 4 kolam pemancingan besar dengan ukuran masing : 30 x 200 M, 30 X 120 M, 30 x 80 M dan 80 x 200 M dengan kedalam mencapai 5 M, yang akan menambah sensasi mancing anda semakin mengasyikan dan menyenangkan. Kami juga menyediakan 170 buah lapak yang siap digunakan oleh para tamu.
Saung Terapung
Dipemancingan MANGROVE, kami menyediakan beberapa saung yang dapat dinimati dan digunakan oleh para tamu. Saung tersebut dapat dipergunakan untuk menunggu tamu yang memancing, atau untuk bersantap siang bersama dengan menu-menu pilihan khas dari dapur kantin kami. Selain itupula, kami menyediakan 470 buah lapak yang siap digunakan para tamu yang ingin memancing.
Kantin
Untuk menemani anda memancing atau ingin mencoba sensasi lain dengan bersantap makan bersama seluruh anggota keluarga atau kerabat kerja, kantin kami menyediakan aneka hidangan laut dan sayuran yang fresh, saat anda memesan baru dimasak serta aneka minuman. Susana alam khas pantai dengan semilir angin sepoi-sepoi akan menambah gairah makan anda. Beberapa menu yang disajikan diantaranya: ikan bandeng bakar, udang goreng tepung, cumi goreng tepung, cumi saus tiram, udang asam manis, ikan mujair goreng, chah kangkung, dan nasi goreng udang.
Hiburan
Untuk menemani tamu kami, kami menyediakan hiburan berupa organ tunggal. Bila anda gemar berkaraoke, tidak ada salahnya mencoba kemampuan menyanyi anda di panggung hiburan kami di pemancingan Mangrove. Perbendaharaan lagu kami sangat lengkap, mulai lagu slow, dangdut, pop, nostalgia dan lagu masa kini semua dapat anda pesan pada penyanyi kami.
Parkir
Fasilitas parkir yang tersedia sangat luas, yang dapat menampung 200 motor dan 50 mobil. Fasilitas ini kami sediakan agar para pemacing dapat leluasa membawa kendaraan. Selain itu kami juga menjamin keamanan kendaraan bermotor pengunjung.
Pemancingan Mangrove
Pantai Tanjung Burung – Teluknaga
Tangerang, Banten
Indonesia
email: info@pemancingan-mangrove.com
Telp. 0888 864 9620, 021-95555290
Hp. 0813 863 51121
http://www.pemancingan-mangrove.com
Danau Pinai
Zona Ikan Kita - Kabupaten Paniai, Papua memiliki sebuah danau yang sangat indah. Danau Paniai namanya, keindahan panorama danau paniai ini telah diakui oleh 157 negara peserta Konferensi Danau se-Dunia di India pada tanggal 30 Nopember 2007 lalu. Selain terkenal dengan kawasan wisatanya, kabupaten Paniai juga memiliki potensi alam berupa tambang emas, hasil hutan, wisata alam dan budaya. Itulah yang menjadi kebanggaan bagi seluruh masyarakat Enarotali dan waghete Kabupaten Paniai.
Danau Paniai memiliki luas 14.500 Ha , dan berada pada ketinggian 7.500 meter di atas permukaan laut kondisi alam sekitar danau sampai sekarang masih alami, selain itu disekitar danau tersimpan nilai-nilai seni budaya masyarakat setempat yaitu seni budaya Suku Mee dan Suku Moni. Suasana yang asri, panorama yang memukau dan air danau yang biru adalah daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung kesana, karena memang sebagian besar topografi Kabupaten Paniai berada di wilayah pegunungan dan perbukitan yang berhawa sejuk .
Sebenarnya di kabupaten Paniai masih ada lagi danau yang tidak kalah indahnya yaitu danau tage dan danau tigi. Ketiga danau tersebut, danau paniai, danau Tage dan danau Tigi ditemukan pertama kali oleh seorang pilot berkebangsaan Belanda pada tahun 1938 yang bernama Wissel Meeren. Pada saat itu, Wissel terbang melintasi pegunungan Pulau Irian dan melihat tiga danau yang memiliki pemandangan yang indah. Karena terpesona dengan keindahannya, Wissel memutuskan untuk mendarat dan menikmati eksotisme ketiga danau tersebut dari dekat. Bahkan, pada masa kolonial Belanda, nama Wissel Meeren lebih populer ketimbang Paniai. Wissel Meeren berasal dari bahasa Belanda yang memiliki arti danau-danau Wissel.
Danau Paniai menyimpan aneka jenis ikan air tawar dan udang. Ikan nila (oreochromis niloticus), ikan mujair (oreochromis mossambicus), ikan mas/ikan karper (cyprinus carpio), ikan sembilan hitam, dan ikan belut (synbranchus) adalah di antara jenis ikan yang dapat dijumpai di danau ini. Sedangkan ikan pelangi (rainbow/melanotaenia ayamaruensis) merupakan biota Danau Paniai yang sering dicari oleh para nelayan dan hobiis ikan hias karena bernilai ekonomi tinggi.
Bila beruntung, di Danau Paniai wisatawan dapat melihat udang endemik Papua yang kini sudah mulai langka, yaitu udang selingkuh (cherax albertisii). Dinamakan demikian karena udang tersebut memiliki capit/jepit besar seperti halnya kepiting. Sampai saat ini, setiap orang yang berkunjung ke Tanah Papua, terutama ke Kota Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya, senantiasa mencari udang selingkuh sebagai menu untuk bersantap.
Berkunjung ke Danau Paniai ini tentunya kurang lengkap bila belum mendatangi perkampungan Suku Mee dan Suku Moni, dua suku besar disekitar danau tersebut yang menghuni dataran tinggi Paniai. Selain melihat rumah adat yang disebut honai dan keseharian mereka dari dekat, bila beruntung Anda akan disuguhkan atraksi kesenian dan memperoleh suvenir khas dua suku tersebut sebagai oleh-oleh.
Untuk menuju ke Danau Paniai, anda dapat memulai perjalanan dari Kota Enarotali, Ibu Kota Kabupaten Paniai. Dari Kota Enarotali, tersedia dua jalur menuju kawasan Danau Paniai. Pertama, menggunakan jalur darat dengan menyewa bus yang dapat diandalkan untuk melintasi medan jalan yang terjal dan berkelok-kelok. Kedua, mengambil jalur udara dengan menumpang pesawat jenis Cessna yang bisa mendarat di wilayah dataran tinggi dengan karakteristik landasan dari tanah.
Di kawasan Danau Paniai tersedia berbagai fasilitas, seperti pos jaga, pemandu wisata, dan pondok wisata. Persewaan perahu, persewaan peralatan memancing, dan warung-warung kecil juga tersedia di sini. Wisatawan yang ingin menginap, dapat menyewa rumah-rumah penduduk yang terdapat di sekitar danau eksotis ini atau berkemah di berbagai lokasi di kawasan tersebut. Sedangkan bagi wisatawan yang ingin memperoleh akomodasi yang lumayan lengkap, disarankan ke Kota Enarotali. Di ibu kota Kabupaten Paniai ini, ditemukan toko, pasar, rumah makan, rumah ibadah, kios wartel, serta hotel dan wisma dengan berbagai tipe.
(sumber wikipedia/indotim.net)
Danau Tirta Gangga
Zona Ikan Kita - Danau Tirta Gangga adalah tujuan wisata alternatif bagi warga setempat. Hari libur maupun akhir pekan, danau ini ramai dikunjungi warga setempat untuk menikmati panorama alam danau, dan berbagai sarana hiburan. Alam kehijauan yang ada di sekitar danau membuat mata kembali segar dan Anda akan merasakan kesegaran udara yang masih tergolong asli.
Danau Tirta Gangga berada di Kecamatan Seputih Banyak Kabupaten Lampung Tengah, Lampung atau sekitar 60 kilometer dari Kota Gunung Sugih dengan melalui jalan hotmix. Selain memiliki panorama alam yang indah, di lokasi objek wisata Danau Tirta Gangga juga terdapat sebuah patung Bima yang sedang bertarung dengan Naga Nemburnawa (lakon Dewa Ruci dalam perwayangan).
Dikisahkan sang Bima diperintahkan oleh Guru Dorna untuk mencari Tirta Prawita Adi. Di akhir kisah, setelah mengalahkan sang naga, Bima malah bertemu dengan Dewa Ruci dan mengetahui bahwa Tirta Prawita Adi sebenarnya tidak ada dan perintah Dorna tersebut hanya merupakan siasat licik untuk menyingkirkan Bima.
Danau Tirta Gangga, terletak di Kecamatan Seputih Banyak. Dari ibukota Kabupaten Gunung Sugih, Danau Tirta Gangga dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 30 menit, jika menggunakan kendaraan pribadi. Sedangkan dari jalur lintas timur, danau ini terletak kurang lebih 5 km.
Objek wisata ini menawarkan panggung di tengah danau, Perahu Kano, Perahu Bebek dan Pemandangan danau berlatar belakang Patung Dewa Krisna. Potensi pengembangan untuk lokasi pariwisata ini adalah; pembuatan sarana hiburan, rumah makan dan agen perjalanan.
(Berbagai Sumber)
Kamis, 26 Januari 2012
Spot Mancing Lampung
Propinsi Lampung ternyata bukan hanya memiliki lokasi yang terkenal dengan gajahnya saja, namun bagi anda yang gemar mancing di rimba secara berpetulangan, memilih Lampung adalah tepat. Semua lokasi sungai, ranau danau dan rawa masih masih murni dan perawan. Bagi anda yang gemar mancing di alam liar tentu anda akan dipuaskan dengan alam yang ada.
Soal ikan freshwater jangan tanya lagi, yang jelas anda bisa menikmati pemandangan alam sembari menikmati ikan pancingan yang banyak diburu pancinger dunia seperti snakehead, hampala dan ikan nila berukuran jumbo.
Namun bila anda belum mengenal medan dan lokasi maka mancing ke Lampung akan sangat sulit, sebab propinsi Lampung sangat luas dan memiliki banyak hot spot untuk dijajakinya.
Hot spot yang pertama adalah daerah Lebung /Rawa Indo Lampung terdapat ikan toman berukuran besar dalam jumlah yang banyak. Ikan lain yang ada di sana adalah ikan hampala.
Hot spot kedua adalah Bendungan/ waduk Batutegi merupakan spot yang tidak kalah menarik untuk dikunjungi. Di lokasi ini terdapat juga ikan hampala, ikan baung, nila, dan ikan air tawar lainnya. Bagi anda yang senang casting anda bisa menelusir waduk ini mencegat hampala dengan ukuran sedang sampai besar.
Hotspot yang ketiga adalah Danau Ranau dimana danua ini menyimpan setuja pesona dengan beraneka ragam ikan. Airnya pun masih jernih. Ikan hampala juga sering di dapat di danau ini.
Sabtu, 21 Januari 2012
Spot Mancing Pantai Jogjakarta
Daerah pantai berpasir dengan gumuknya yang sudah terkenal sampai mancanegara, sepanjang pantai di sebelah Timur yaitu Pantai Dorowati, Parangkusumo, Parang Tritis hingga pantai Depok, dan pantai Glagah yang terbentang berkilo-kilo meter ternyata menjadi ajang mancing pancinger Yogakarta dan sekitarnya.
Kalo ingn tahu berapa jumlah pancinger Yogyakarta datang saja ke pantai-pantai Yogyakarta dan anda pasti tidak bisa menghitung saking banyaknya. Kalau kita mau hitung-hitungan setiap hari bukan hari libur ada ratusan pancinger yang nongkrong di sana. Apa lagi kalau pas liburan, jangan tanya lagi jumlahnya pancinger, sampai tak terhitung.
Mencermati banyak pancinger yang berbodong-bondong mengail ikan di pantai berpasir inilah pemerintah daerah atau pancinger Yogyakarta pernah menggelar lomba mancing di sana. Hasilnya woow luar biasa. Ratusan pancinger tumplek di Parang tritis. Saking tertariknya saya terhadap mancing pasiran di Yogyakarta, beberapa beberapa kali di berbagai media saya menulis tentang mancing pasiran.
Casting Pantai Yogya
Meski berstatus daerah Istimewa dan satu sisinya perbatasan dengan laut, sampai saat ini Yogyakarta belum mempunyai dermaga yang cukup aman dan nyaman sebagai tempat untuk menambatkan kapal. Faktor ini agaknya menjadi penyebab sejauh ini belum banyak pancinger di kota Gudeg tersebut menamamkan investasinya dalam bentuk kapal mancing.
Kendati begitu, kesulitan-kesulitan tersebut tidak menghalangi pancinger Yogyakarta dan sekitarnya untuk merasakan liarnya perlawanan ikan-ikan laut. Dengan cara kasting dari pantai dan tebing-tebing karang (rock fishing), mereka pun sering terlibat pertarungan yang alot dengan kuwe, talang-talang, kuro, kakap, cendro, pari, hiu dan beberapa macam lagi ikan penghuni daerah pasiran maupun karang.
Di kalangan pancinger Yogyakarta mancing dari pantai (surf casting) biasa disebut sebagai mancing pasiran. Sedangkan dari tebing (rock casting) disebut dengan karangan. Namun faktor kemudahan dan kenyaman membuat penggemar mancing pasiran lebih banyak ketimbang karangan.
Mancing dari daratan namun bisa mendapatkan ikan besar seperti bila di tengah laut ini agaknya yang menjadi daya tarik yang utama mancing pasiran. Karena tanpa kapal, biaya yang diperlukan praktis sangat terbatas. Paling-paling hanya untuk ongkos perjalanan darat bolak-balik ke pantai dan membeli bekal.Tidaklah heran jika pada hari libur dan minggu, sepanjang pantai yang paling timur yaitu pantai Doro Wati, Parangkusumo, Parangtritis, Pantai Depok, Pantai Glagah hingga Congot selalu ditemukan pancinger pasiran.
Sumber : http://mancingsukaku.blogspot.com/
Langganan:
Komentar (Atom)


















